Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Lukman Said: Mau Kaya Jangan Jadi Anggota DPRD

Lukman Said: Mau Kaya Jangan Jadi Anggota DPRD

PASANGKAYU,MENIT7.Com – Kasus menjerat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Andi Mappangara dan ketiga wakilnya dalam kasus dugaan korupsi APBD tahun 2016. Hal itu membuat Ketua DPRD Mamuju Utara, Lukman Said, perihatin.

Saat Menit7.com memintai tanggapannya, bagaimana proses penggunaan dana aspirasi alias pokok- pokok pikiran (pokir)sebenarnya, sehingga tidak masuk unsur korupsi dalam alokasi penggunaannya.

“Yang intinya niat kita dulu, saat mencalonkan diri maju sebagai anggota DPRD, apa misi dan visi kita kepada rakyat yang kita perjuangkan, ya kalau niat awal maju untuk kaya, tentunya sudah ada dalam pikiran kita masing-masing untuk memainkan anggaran yang diperuntukkan kepada rakyat wilayah konstituen kita masing-masing,” ungkap Lukman Said, di rumah jabatannya di Pasangkayu, Selasa (10/10).

Menurutnya, dalam nomenklaturnya, dana aspirasi diperuntukkan untuk rakyat, disaat melakukan reses atau kinjungan kerja seluruh anggota DPRD dan unsur ketua untuk menampung aspirasi rakyat dalam hal pembangunan infrastruktur dan sumber ekonomi kerakyatan yang dia biasa kembangkan.

“Dana aspirasi itu, buat rakyat, bukan kita yang kelolah atau menunjuk pihak rekanan untuk melaksanakan aspirasi kita, hanya kita tampung aspirasi rakyat, kita hanya mengusul dan memperjuangkan sesuai peruntukannya,” kata Lukman Said yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju Utara ini.

Lanjut, dia katakan jika mau kaya jangan jadi anggota DPRD lebih baik jadi pengusaha.

“Ya itu tadi, kalau mau kaya jangan jadi anggota DPRD, lebih baik jadi pengusaha, jika niat awal kita sudah salah, ya pasti ujung-ujungnya kita terlibat korupsi yang sepatutnya kita hindari, karena tugas kita di dewan sebagai wakil rakyat, dan memperjuangkan aspirask rakyat, ” tutup Lukman Said.(Jay/M7)

3,178 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan