Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Liput Aksi Protes Nasabah, Wartawan Dihalangi Oknum Pegawai Bank BRI

Liput Aksi Protes Nasabah, Wartawan Dihalangi Oknum Pegawai Bank BRI
Inilah salah seorang pegawai Bank BRI berusaha menghalangi Wartawan saat meliput aksi protes Nasabah di kantor Bank BRI Pasangkayu

MATRA, MENIT7.com – Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, Kontributor MNC TV, Joni Banne Tonapa, mendapat perlakuan kasar oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia unit Pasangkayu cabang Palu di Pasangkayu, Rabu (8/11/2017).

Kejadian ini berawal , dari seorang nasabah Bank BRI Pasangkayu, merasa dirugikan dan tertipu sistem kredit di Bank tersebut, hingga terjadi ketegangan antara nasabah dengan pegawai Bank. Saat hendak meliputi peristiwa itu, dua orang pegawai BRI, menghadang dan melarang mengambil gambar. Bukan hanya sebatas  melarang meliput pengawai tersebut berbuat kasar hingga mendorong wartawan yang sedang meliput kejadian itu.

Tak ingin diliput oleh media, oknum pegawai Bank  BRI  Pasangkayu cabang Palu, kabupaten Mamuju Utara langsung mendorong kamera wartawan mnc media saat tengah mengambil gambar ketegangan antara Bripka Salmon dengan pihak Bank BRI, Selasa  (7/11/2017).

Tak hanya sampai disitu, oknum pegawai Bank dan wartawan MNC media kembali terlibat ketegangan saat tengah mengambil gambar Bripka Salmon yang tengah membayar lunas kreditnya di hadapan teller, bahkan beberapa pegawai Bank berusaha mendorong kamera wartawan sehingga sempat terjadi ketegangan. beruntung Bripka Salmon dan security yang berada dilokasi berhasil melerai sehingga keteganganpun mereda.

”Jangan mengambil gambar, masuk rumah orang tidak permisi, sambil berusaha menutup kamera kami,” jelas Joni.

Akibat peristiwa ini, dua organisasi wartawan Sulawesi Barat, Persatuan Wartwan Indonesia (PWI) dan Jurnalis Online, mengutuk aksi kekerasan tersebut.

Menurut Mursalim Madjid, Ketua Bidang Pembelaan Waratwan PWI Sulbar, mengatakan kepada  Menit7.com. Kejadia itu sangat disesalkan. Seharusnya pihak Bank BRI  Pasangkayu, tidak arogansi dan memahami kerja jurnalistik atau wartawan. Apalgi jika hal itu menjurus pada penghalangan atau mendorong kamera sang wartawan. Dalam UU pers pasal 18 itu sangat jelas bahwa menghalagi kerja wartawan dalam meliput satu peristiwa itu bisa diancam kurungan 2 tahun atau denda Rp500 juta.

Kedepan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan jika ada laporan diminta pihak penyidik untuk memproses,  dengan pertimbangan dewan pers.

Aksi kecaman juga datang dari ketua JOIN Sulbar, Wahyuni, menurutnya kejadian ini merupakan sebuah bentuk mencederai  profesi pers, kerana telah menghalangi  kerja jurnalis, apalagi khan sudah jelas diatur dalam Undang No 40 tahun 1999 tentang pokok pers. Apalagi wartawan itu meliput saat ada peristiwa  dikantor itu, masyarakat juga pingin tahu apa yang terjadi di Bank BRI itu, sampai nasabah melakukan protes, karena wartawan itu mewakili publik, katanya. (tim/M7)

2,832 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan