Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Lecehkan Profesi Wartawan, Warga Dilaporkan ke Polisi

Lecehkan Profesi Wartawan, Warga Dilaporkan ke Polisi

SAMARINDA,MENIT7.Com – Diduga menebar ujaran kebencian, serta melecehkan suatu profesi, seorang warga di Samarinda, Kalimantan Timur dilaporkan ke pihak kepolisian.

Pria bernisial MW itu dilaporkan oleh jurnalis di Samarinda, karena dianggap telah menyebarkan fitnah, serta ujaran kebencian di media sosial.

Buntut dari permasalahan itu sendiri terjadi, akibat MW memposting tulisan di salah satu grup WhatsApp, pada Sabtu (21/10) kemarin, sekitar pukul 18.00 Wita, yang berisi tentang kritik mengenai tidak adanya media saat terjadi aksi demonstrasi mahasiswa di depan istana negara, bahkan pada tulisan itu juga terdapat kalimat yang melecehkan profesi jurnalis.

Grup WhatsApp (WA) itu sendiri beranggotakan masyarakat, pejabat daerah, politisi, akademisi hingga kalangan aktivis, serta LSM, termasuk didalamnya terdapat sejumlah jurnalis.

Akibatnya, sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu (22/10/2017), sejumlah jurnalis mendatangi Polresta Samarinda, guna membuat laporan kepolisian.

“Saya ada di grup itu, saat saya membuka grup, dia (MW) memposting tulisan yang isinya membuat saya tersinggung,” ucap Asho Andi Marmin, yang merupakan kontributor salah satu televisi nasional, Minggu (22/10/2017).

Asho panggilan akrabnya tidak sendirian dalam membuat laporan tersebut, dirinya didampingi sejumlah pengurus organisasi kewartawanan, diantaranya terdapat Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Suriyatman, Ketua Wartawan Peduli Bencana (Wapena) Kaltim Amir Hamzah, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Charles Siahaan, serta beberapa wartawan lainya.

“Profesi saya dikatakan sebagai pelacur yang hina, dan sudah kita laporkan ke kepolisian agar dapat ditindak dan diproses hukum,” ucapnya.

Dia pun berharap, dengan adanya pelaporan ini, tidak akan ada lagi terulang hal-hal yang melecehkan maupun merendahkan profesi sebagai seorang jurnalist.

“Kita harap ini tidak terulang, dan orang-orang harus bijak dan tidak sewenang wenang menggunakan medsos,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Kaltim Charles Siahaan menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas, pasalnya postingan tersebut dinilai telah menyikiti insan jurnalis , yang profesinya dilindungi oleh UU.

“Usut tuntas, kita tidak ingin ada aktivis atau warga yang menghina profesi wartawan. Jadi, akan kami dukung dan kawal laporan ini,” tegasnya.#Cris/Trb/M7

2,450 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan