Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Larisman: Penunjukan Nelson Pomalingo Jadi Ketua ORARI Gorontalo Tidak Sesuai AD/ART

Larisman: Penunjukan Nelson Pomalingo  Jadi Ketua ORARI  Gorontalo Tidak Sesuai AD/ART

Gorontalo,Menit7.com-Terpilihnya Prof. Nelson Pomalingo secara aklamasi dalam Musyawarah Lokal Orari Kabupaten Gorontalo selaku Ketua, banyak menuai Kecaman dan kritik oleh Anggota Orari yang tergabung di Orari Lokal Kabupaten Gorontalo, Kepada Carateker Orari Lokal Kabupaten Gorontalo Ibu Heny Tantu.

Menurut Larisman S. Ishak (YF8RIS) Anggota Orari Lokal Kabupaten Gorontalo. Hal ini di picu oleh Pelaksanaan Muslok pada tanggal 23 Maret 2019 yang di laksanakan oleh panitia Muslok tidak sesuai AD/ART.

Ibu Heny Tantu sebagai Carteker yang ditunjuk oleh Orari Daerah Gorontalo bersama panitia Muslok ternyata tidak paham tentang tata cara berorganisasi.
Tindakan konyol yang dilakukan oleh ibu Heny Tantu sebagai Carateker dan panitia Muslok bentukannya, dalam melaksanakan Musyawarah Lokal telah Menyimpang dari AD/ART Organisasi Amatir Radio.
Adapun tindakan yang telah merusak Kesakralan Marwah organisasi amatir radio adalah sebagai berikut :

Pelaksanaan musyawarah lokal Orari Kabupaten Gorontalo tidak Quorum. Karena hanya di hadiri oleh kurang dari separuh anggota Orari Lokal Kabupaten Gorontalo, tdk sesuai AD/ART. Karena Persyaratan dalam Pelaksanaan Muslok Anggota yang hadir minimal 50+1.

Dalam Pelaksanaan Muslok, Panitia tidak mengundang Anggota Orari Lokal Kabupaten Gorontalo secara tertulis. Hanya diundang lewat medsos FB dan WA. Sehingga banyak anggota Orari Lokal Kabupaten Gorontalo tidak mengetahui kegiatan Muslok tersebut.

Menunjuk Prof. Nelson Pomalingo sebagai Ketua Orari Lokal Kabupaten Gorontalo, dimana Bupati Gorontalo ini, belum menjadi anggota Organisasi Amatir Radio.

Hal ini di buktikan dengan :
Tidak memiliki Izin Amatir Radio (IAR) yang di keluarkan oleh SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Tidak Memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Orari. Yang dikeluarkan oleh Orari Pusat.
Atau dengan kata lain bapak Prof Nelson Pomalingo belum memiliki Callsign (nama panggilan). Baik pada tingkat Siaga, Penegak dan Penggalang.

Sehingga jabatan sebagai Ketua Orari Lokal Kabupaten Gorontalo gugur demi hukum karena menyimpang dari AD/ART Orari.

Untuk itu Kami anggota Orari Lokal Kabupaten Gorontalo akan melaksanakan kembali Musyawarah Lokal Orari Kabupaten Gorontalo dan menyampaikan Mosi tidak percaya kepada Bapak Nelson Pomalingo sebagai ketua Organisasi Amatir Radio Lokal Kabupaten Gorontalo.

Kalaupun pada tanggal 8 November 2019 Bapak Nelson Pomalingo telah mengikuti Ujian Amatir, itu sudah memperjelas Kebobrokan Carateker dan Panitia Muslok bahwa benar adanya Bapak Nelson Pomalingo memang belum anggota Amatir Radio dan di tunjuk sebagai Ketua, Tegasnya.

Sehingga hasil Musyawarah Lokal Orari Kabupaten Gorontalo tanggal 23 Maret 2019 yang telah menunjuk Bapak Nelson Pomalingo sebagai Ketua Orari Lokal Kabupaten Gorontalo Batal demi hukum karena telah melanggar AD/ART Organisasi Amatir Radio (ORARI) dan Permen 17 Tahun 2018.

Tindakan Panitia Musyawarah Lokal yg di Motori oleh ibu Heni Tantu sebagai Carteker yang di tunjuk oleh Orari Daerah Gorontalo, telah mempermalukan Bupati Gorontalo sebagai pejabat publik.

Karena kami yakin Bupati Gorontalo tidak di sampaikan atau tidak di beritahu bila tidak memiliki Callsign, tidak bisa memimpin organisasi ini (Orari).

Untuk itu, kami sampaikan kepada Bapak Nelson Pomalingo untuk segera mengundurkan diri sebagai Ketua Orari Lokal Kabupaten Gorontalo sebelum kami layangkan surat Mosi Tidak Percaya ,katanya.

Dan kami akan meminta bapak bila berkenan untuk mencalonkan sebagai Ketua Orari Lokal Kabupaten Gorontalo, Karna Bapak pada tanggal 8 November 2019 telah mengikuti Ujian Amatir dan lulus dengan memuaskan dengan Callsign tingkat siaga YG8TN, sebagai syarat untuk di calonkan pada Muslok yang berintegritas yang menjunjung tinggi aturan dan etika berorganisasi sesuai dengan AD/ART, Pungkasnya. (RRK)

3,461 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

2 Responses

  1. YD2TFBNovember 22, 2019 at 4:30 pmReply

    Perlu dibicarakan dengan arif dan bijaksana. Andaipun yang bersangkutan belum memenuhi syarat belum terbitnya KTA yang dikeluarkan ORARI PUSAT sebagai syarat mutlak jika berkenan memimpin beresi dulu administrasinya dan mengulang muslok sembari syaratnya dipenuhi untuk berikutnya mencalonkan diri.

  2. MeizonNovember 27, 2019 at 9:05 amReply

    Kalau belum menjadi anggota, tidak punya hak memilih dan dipilih

Tinggalkan Balasan

Dibagikan