Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Lagi Soal Pencairan Dana PIP, Kepsek SD Tibawa Dipanggil Pejabat Diknas

Lagi Soal Pencairan Dana PIP, Kepsek SD Tibawa Dipanggil Pejabat Diknas

Gorontalo, Menit7.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo telah mengambil tindakan serius terkait persoalan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang terjadi di SDN 20 Tibawa.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Rustan Jafar.

Menurut Rustan pihaknya telah memanggil Kepala Sekolah Tibawa untuk dimintai pertanggungjawaban terkait pencairan dana PIP

“Alhamdulillah, jadi setelah Pak Ricky datang besoknya saya undang dia dan sudah menghadap. Dan pada saat menghadap sudah bawa daftar penyerahan pencairan 2019”.

Lanjut Rustan, Jadi ada 19 orang ada 1 orang 2018 dan 18 orang di 2019. Semuanya itu sudah dicairkan dan ada berita acara pencairannya sampai daftar penyerahannya saya sudah foto itu. Itu sudah dilunasi, kepada Menit7.com, Rabu (12/2/2020).

“Dan saya sudah sampaikan ke Kepsek ini sudah yang ke dua kalinya . Seandainya ini tidak menimbulkan efek jera ini berarti Ibu sudah siap kembali ke Guru. Itu yang saya sampaikan pada saat itu,” jelas Rustam.

Tidak hanya sampai disitu, Rustam juga menambahkan, dengan persoalan tersebut, sang Kepsek sudah meminta maaf dan telah membuat surat pernyataan yang telah ditandatangani.

Masalah seperti itu, kata Rustam, sebenarnya tidak bisa dilakukan oleh Kepala Sekolah Karena beasiswa (PIP) itu untuk orang miskin.

Pihaknya pun telah memberikan sanksi kepada oknum Kepsek tersebut untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pencairan dana beasiswa PIP 2018 dan 2019 yang dicairkan secara kolektif oleh pihak sekolah tidak diketahui oleh siswa pemilik buku tabungan pun orang tua siswa.

Pasalnya, pencairan dana PIP tersebut tanpa ada surat kuasa dari pemilik buku tabungan atau dari orang tua siswa. Anehnya, dana PIP yang telah dicairkan oleh pihak sekolah tersebut selama 2 (dua) tahun tidak pernah diketahui oleh siswa pemilik buku tabungan dan orang tua siswa, dikarenakan buku tabungan milik siswa tersebut hanya disimpan di sekolah.

Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua siswa dari pemilik buku mendatangi dan mempertanyakan ke pihak sekolah.

Setelah buku tabungan diterima, orang tua siswa tersebut kaget, karena dalam buku tabungan tersebut telah terjadi penarikan secara tunai sejak 2 tahun lalu (2018, red). (RRK)

3,997 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan