Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Lagi-lagi, Gubernur Sulbar Didemo Mahasiswa

Lagi-lagi,  Gubernur Sulbar   Didemo Mahasiswa
Aliansi Mahasiswa Indonesia saat melakukan aksi demo dikantor DPRD Suilbar, mendesak DPRD melakukan hak Angket dan Interplasi terhadap Gubernur Ali Baal Masdar ( foto Ucheng/M7)

MAMUJU,MENIT7.com- Kesalahan membaca teks Pancasila saat memimpin upacara hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 2017, lalu, masih terus menuai kecaman dan protes dari berbagai pihak. Baik itu dari dalam Sulbar, maupun dari luar Provinsi ke 33 ini. Meskipun Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, sudah melakukan klrarifikasi, namun masalah ini tidak membuat sorotan dan protes berhenti. Setidaknya tiga kali Ali Baal, melakukan klarifikasi. Salah satunya saat melakukan jumpa Pers di Rujab Gubernur, dengan tegas Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin bermaksud merubah susunan Pancasila, tapi ia ingin merekatkan secara implementasi antara sila Pertama dengan Sila ke Lima. Jawaban Ali Baal ini sepertinya tidak membuat suasana mejadi reda dari kritikan dan sorotan.

Senin, 27 Noveber 2017, puluhan Mahasiswa Mamuju, tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia ( AMI), kembali menggelar demonstrasi di kantor DPRD Sulawesi Barat, di jalan Pattana Endeng Simboro Mamuju. Mahasiswa mendatangi kantor DPRD dengan membawa sejumlah spanduk dan tuntutan , agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, mengambil sikap tegas terhadap Ali Baal Masdar, atas kelasahannya yang ingin merubah buitr-buitr Pancasila. Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, ingin di dekatkan dengan sila ke Lima, Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonsia.

“ Ya Sila Kedua di bawa ke Sila Kelima, Kenapa ? kerena ini saya selalu berfikir kenapa itu Sila Pertama, kenapa ini selalu ada ini radikalisme, terorisme, HTI, Khlifa dan banyak lagi persolan-soalan, karena terlalu jauh antara sila Pertama dan Sila Kelima, itu masalahnya, bisa tidak didekatkan itu, berarti sistem ini belum berjalan dengan baik. Tapi sekarang sudah mulai ada perubahan artinya Perikemanusian sudah ada pengakuan satu dari implemntasi Pancasila, diakui aliran kepercayaan, Tutur, Amiruddin salah satu juru bicara mahasiswa, menirukan pernyataan Ali Baal Masdar, yang dihimpun dari berbagi sumber.

Menurut, AMI, Setiap negara mempunyai pondasi, pilar dasar-dasar negara begitu halnya dengan Indonesia , mempunyai pilar-pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya satu tapi 4 pilar, ke Empat pilar itu mutlak dan tidak dapat dipisahkan, pilar pertama adalah Pancasila. Panca sila dinilai memenuhi syarat, sebagai pilar bagi negara Indonesia, yang pluralistik dan cukup dan besar ini. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan negara Indonesia. Pancasila sebagai pilar kehidupan bangsa dan bernegara, maka dari kami melahirkan tuntutan,

1.Mendesak kepad DPRD Sulbar untuk melakukan hak interplasi dan hak angket terkait usulan Gubernur Sulbar yang diduga ingin merombak butir-butir Pancasila.
2.Jika DPRD Sulbar sudah melakukan Interplasi dan hak Angket dan menemukan kata-kata dalam klarifikasi Gubernur terkait kesalahan dalam mebacakan teks Pancasila yang dapat merusak keutuhan NKRI, maka dari itu, kami mendesak DPRD Sulbar untuk melakukan rapat paripurna istimewa pengusulan penggantian Gubernur Sulbar.
Sementara itu, Lima anggota DPRD yang menerima mahasiswa, Andi Rini Ariakati, H. Itol, Hj. Fatmawati,Hj. Syaharia, Astuti Indriyani. Mereka menerima aspirasi mahasiswa di ruang Rapat Pimpinan Dewan. Mereka mendukung langkah mahasiswa dan menerima aspirasi para mahasiswa untuk dibahas ditingkat pimpinan (Ucheng/M7)

3,234 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan