Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kurs Rupiah Terus Tertekan, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Terus Tertekan, Ini Penyebabnya

Menit7.com- Perang dagang antara china  vs Amerika Serikat, sekarang sudah dimulai, dampaknya sejumlah mata uang  di beberapa Negara  tergerus hingga Benua Erofa, imbasnyapun  sampai ke Indonesia.

Banyak pengamat ekonomi yang menganalisis penyebab jatuhnya nilai tukar rupiah baru-baru ini. Sumbernya pun disebut bermacam-macam, mulai dari sentimen domestik hingga luar negeri.

Namun, pemulihan ekonomi AS dinilai sebagai sumber paling dominan atas menguatnya nilai tukar mata uang dolar terhadap mata uang negara lain di dunia.

Pertumbuhan ekonomi AS di bawah pemerintahan Donald Trump terus mencatat kinerja yang kuat. Bahkan pada kuartal II 2018, ekonomi AS menghasilkan kinerja terbaik setelah hampir empat tahun. Hal ini disebabkan ekspor yang meningkat dan impor yang menurun.

Sejak beberapa hari terakhir ini  nilai tukar rupiah (Kurs)  terus anjlok terhadap mata uang USA. Hingga Sore tadi Rabu (5/9/2018)  kurs rupiah jatuh pada level Rp 15.032 per Dollar AS.

Seperti dikutip TribunStyle.com dari laman Kursdollar.net, hingga kini Rabu (5/9/2019) pukul 15.16 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai Rp15.032.

Sebelumnya Senin (3/9/2018)  Nilai tukar rupiah jatuh  pada level  14.815 terhadap dollar AS. Tekanan terhadap rupiah terus  terjadi.

Bloomberg mengestimasi, Selasa (4/9/2018) kurs rupiah akan bergerak pada kisaran Rp14.780 hingga Rp14.845 per dolar

Seperti dikutip TribunWow.com dari laman Kursdollar.net, Selasa (4/9/2018) hingga pukul 19.20 WIB, nilai tukar rupiah kini mencapai Rp 15.029 per dolar AS.

1,314 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan