Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Korupsi Dana Desa, Kades Lariang Divonis 1.4 Tahun

Korupsi Dana Desa, Kades Lariang Divonis 1.4 Tahun

MATRA,MENIT7.Com – Setelah ditetapkan menjadi terpidana kasus korupsi penyalagunaan kewenangan Anggaran Belanja Desa tahun 2015,(APBD desa), dengan merugikan negara hingga puluhan juta rupiah. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepala desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Andi Firdaus, divonis 1,4 tahun penjara oleh mejelis Hakim Tipikor Mamuju.

Hakim Tipikor, dalam putuannya memerintahkan tersangka untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp31 juta dan denda Rp50 juta,atau menjalami hukuman badan, melakukan sita jaminan harta milik terpidana. Namun terpidana memilih untuk mengembalikan kerugian negara dan dendanya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang menjadi dasar Kejaksaan Negeri (Kejari) Matra menetapkannya sebagai tersangka karena adanya kerugian negara yang mencapai Rp83 juta.

Kasi Pidsus, Kejari Matra Hidjas Yunus mengatakan, jika keluarga Andi Firdaus menginginkan yang bersangkutan mendapatakan remisi atau cuti bersama (CB) pada hari –hari besar, serta Asimilasi dari Rumah Tahanan (Rutan). Kerugian negara harus dikembalikan.

“Saya sarangkan sama keluarga terpidana, kalau mereka menginginkan kerabatnya mendapatkan remisi, CB atau Asimilasi dari Rutan.Keluarga Andi Firdaus harus punya itikad baik, ya salah satunya harus mengembalikan kerugian negara,” tegas Hidjas Yunus.

Lanjut Hidjas,hukuman badan yang dijatuhkan pengadilan, bukan berarti kerugian akibat penyalahgunaan wewenang atau kelalaian tidak dibayarkan. Karena apabila kerugian negara tersebut tidak dikembalikan, maka memungkinkan Kejaksaan melelang salah satu harta kekayaan milik terpidana, berdasarkan perintah pengadilan.

Sementara temuan BPKP Rp83 juta tersebut,hanya berkisar Rp31 juta yang ditetapkan pengadilan Tipikor Mamuju, dengan denda Rp50 juta.

“Kerugian negara ini nanti akan disetor ke kas negara, kemudian bukti setoran ini akan di sampaikan ke pihak Rutan, untuk menjadi dasar memberikan agunan,” tutup Hidjas.

Sementara bendahara Desa Lariang, Basri, yang juga di denda sebesar Rp50 juta dan membayar ganti rugi sebesar Rp9 juta, belum ada pengembalian dari pihak keluarga.#Joni T/M7.

4,076 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

46 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan