Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kondisi Stadion Utama Palaran, Dulu Disayang Kini Dibuang

Kondisi Stadion Utama Palaran, Dulu Disayang Kini Dibuang
WAJAH STADION MEGAH: Masih layakkah dikatakan megah? Tampak kursi di tribune Stadion Utama Palaran yang dipenuhi rumput, kemarin.(Foto-Fuad/KP)

SAMARINDA,MENIT7.com —  Pemprov Kaltim begitu menggebu-gebu membangun Stadion Utama Palaran, Samarinda, saat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008. Namun, semangat itu kini tak lagi terlihat. Sudah hampir tiga tahun belakangan, perawatan salah satu ikon kebanggaan Benua Etam itu minim. Kerusakan fasilitas terjadi di mana-mana.

Kompleks olahraga yang dilengkapi sejumlah fasilitas olahraga berstandar internasional itu. Ironisnya, ketika memasuki kompleks stadion, koran ini sudah disambut dengan jalan yang rusak. Bahkan tergenang air berwarna kecokelatan. Akses menuju stadion yang tersusun dari paving block tertutup rumput liar. Sehingga riskan untuk dilewati pengendara motor atau mobil.

Kondisi itu juga dapat disaksikan ketika memasuki tribune stadion. Jika diperhatikan, kursi tribune dengan kapasitas 67 ribu penonton itu berwarna dasar biru, hijau, dan kuning. Namun, kini tampak memudar. Bahkan, kursi juga ditumbuhi rumput liar. Tidak itu saja, kursi tampak berlumut dan rusak. Kondisi itu diduga sudah bertahun-tahun dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Sehingga tidak layak digunakan.

Di sudut bangunan stadion, banyak tanaman liar yang hidup dan tumbuh. Tentu merusak kemegahan, apalagi warna dinding juga tak elok dipandang. Sebab, telah berubah warna menjadi kehijau-hijauan karena lumut yang menempel. Padahal, selain PON 2008, stadion yang dibangun dengan anggaran hampir Rp1 triliun itu pernah menggelar kejuaraan sepak bola Piala Gubernur Kaltim, Februari lalu.

Menurut Kepala Pengelola Stadion Utama Palaran Hasbar, sejak dua tahun terakhir, anggaran hanya dialokasikan untuk perawatan lanskap stadion. “Termasuk perawatan rumput dan taman stadion,” ujarnya, kemarin.

Meski begitu, Hasbar tak menampik masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Terutama membersihkan rumput liar di area stadion. “Perawatan lanskap sudah terjadwal untuk seluruh area stadion. Tetap saja kami terkendala anggaran, apalagi pekerja hanya berjumlah 10 orang. Sementara kompleks stadion memiliki seluas 88 hektare,” keluh dia.

Dia juga tak tahu sampai kapan kerusakan fasilitas stadion tersebut bisa diperbaiki. Mengingat, keuangan daerah juga belakangan lagi minim. “Tiga tahun lalu ada pengecatan. Tapi tidak menyentuh seluruh bangunan,” bebernya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Stadion Palaran Ednandar S Samad menambahkan, perawatan terakhir pada 2016. Namun sampai sekarang tidak ada anggaran pemeliharaan khusus untuk stadion. “Apalagi anggaran sebelumnya kecil. Terakhir perbaikan gedung serbaguna serta gedung lain hanya Rp900 juta. Jelas kurang untuk mencakup seluruh area stadion,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, sekarang masalah di stadion itu pada sisi kebersihan. Memang ada biaya kebersihan Rp 1,2 miliar. Namun, anggaran itu untuk dua stadion. Yakni, Stadion Madya Sempaja dan Stadion Utama Palaran. “Sudah termasuk pemeliharaan gedung dan perawatan rumput. Sementara untuk Palaran, secara keseluruhan memiliki luas 88 hektare dan di Sempaja 4 hektare. Tentu tidak memadai,” imbuh dia.

Apalagi, selama ini pemeliharaan dilakukan oleh pihak ketiga. Terutama bagian cleaning service. Memerlukan Rp 1 miliar khusus perawatan di Stadion Utama Palaran. “Bagaimana untuk perawatan lainnya. Saya tidak dapat memprediksi nilainya,” ungkap dia.

Masalah lain muncul, peminat kompleks olahraga di Stadion Utama Palaran itu kurang lantaran aksesnya jauh dari kota. Sementara yang menggunakan fasilitas olahraga di Palaran hanya Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim dan TNI yang berlatih berenang. “Makanya akan sia-sia jika dirawat rutin,” kata Ednandar.

Kendati demikian, jika ingin perbaikan fasilitas berjalan efektif, dia menyarankan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim melakukan audit. Jadi, perencanaan bisa ditentukan. “Saya tidak bisa menggambarkan anggarannya. Di sana ada tribune stadion, gedung bulu tangkis, gedung serbaguna, lapangan tenis, softball, panjat tebing, kolam renang, dan lain-lain. Semuanya perlu perawatan,” paparnya.#KP/M71/Jay

1,478 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan