Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Komitmen Pembangunan Pagar Puskesmas Desa Botteng, Disesalkan Sub Kontraktor

Komitmen Pembangunan Pagar Puskesmas Desa Botteng, Disesalkan Sub Kontraktor

MAMUJU, MENIT7.Com – Pembangunan pagar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju Sulbar, pasalnya tertera dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) hanya 25 meter, namun setelah pekerjaan mencapai 90 persen, malah pelaksana pekerjaan di sarankan menambah volume pekerjaan sampai 75 meter.

Proyek tersebut, berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta pemenang tender proyek adalah CV. Palapa, dan sebagai Konsultan Perencanaan CV. Armyl Engineerring Konsultan Design, Planning, Management, Supervisi.

Hal itu dikatakan, Erling kepada media ini, bahwa pekerjaan, diberikan oleh Masdar, Direktur CV. Palapa kepada Erling selaku penyandang dana untuk melaksanakan pekerjaan dengan meminta fee 25 persen, berdasarkan pagu anggaran yang tertuang dalam kontrak Surat Perintah Kerja (SPK) dibuat oleh Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) melalui pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Dia menduga, ada permainan kolaborasi segitiga konsultan perencana, konsultan pengawas dan pihak pemilik perusahaan terhadap pelaksana pekerjaan.

Hal itu dikarenakan, pekerjaan sudah rampung 90 persen, malah di bobot 65 persen. bahkan sesuai dengan gambar rencana, volume pekerjaan tersebut hanya 25 meter. Tapi malah di suruh menambah volume pekerjaan menjadi 75 meter.

“Pekerjaan ini kami dapatkan dari Masdar,Saya dimintai uang Rp50 juta dalam bentuk fee tanda serah terima pekerjaan, lanjut sudah Saya berikan uang Rp50 juta dibuktikan dengan kwitansi,” ungkap Erling di Mamuju, Kamis (26/10/2017).

“Setelah keluar kontraknya saya mulai melaksanakan pekerjaan berdasarkan gambar dena lokasi yang dibuat oleh konsultan perencana berdasarkan petunjuk pejabat pelaksana tekninis kegiatan,” kata Erling lagi.

Dengan kejadian itu, Erling merasa dirugikan akibat ulah pemilik perusahaan Direktur CV. Palapa dan konsultan perencana yang diduga ada persekongkolan dengan merubah-rubah gambar kerja sementara progres pekerjaan sudah mencapai 90 persen.

“Saya merasa ditipu kenapa pekerjaan sudah selesai tiba-tiba konsultan pengawas hanya menbobot 65 persen, dan menyarankan untuk tambah volume pekerjaan, sementara pada pemberian gambar yang dibuat konsultan perencana sudah saya selesaikan,” terangnya.

Dia jelaskan, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) ada perubahan, padahal dititik nol pada saat dirinya memulai pekerjaan itu atas petunjuk teknis juga. Seperti yang ada digambar kerja, desain gambarnya ini jelas menujukkan hanya 25 meter saja tapi kenapa selesai di kerjakan 25 meter kok mau ditambah volume sampai 75 meter kata konsultan pengawas.

“Yang jelas saya sudah selesaikan pekerjaan sesuai gambar harus dikerjakan yang diberikan pihak perusahaan selaku subkon CV. Palapa. Kalau memang ada perubahan di RAB kenapa tidak dikoordinasikan kenapa gambar kerja tidak diperlihatkan kepada saya,” tutur Erling.

Menanggapi hal itu, Konsultan Pengawas, Paris melalui telpon selulernya.

“Volume pekerjaan belum selesai masih kurang 75 meter, jangan berpatokan pada gambar karena bukan gambar yang di bayarkan, yang dibayar kontrak RAB karena disitu ada penawaran yan dibeli oleh pihak rekanan,” kata Paris.#Edo/Jay/M7.

3,244 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan