Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Ketua IWO Pasaman Minta Bupati Copot Kepala Puskesmas Cubadak

Ketua IWO Pasaman Minta Bupati Copot Kepala Puskesmas Cubadak

PASAMAN,MENIT7.Com – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sum-Bar), Sayid Af Gani, meminta Bupati Pasaman Yusuf Lubis supaya mencopot Kepala Puskesmas Cubadak, Kecamatan Dua, Koto Helvi Yeriza dari jabatannya. Pasalnya Kepala Puskesmas tersebut terkesan abaikan keselamatan pasien dan pantas diduga tidak bersedia merawat pasien ASKES Kelas 1, Pasaman, Kamis (28/9).

“Pada hari Jumat 22 September kemarin, bapak saya dibawa ke Puskesmas Cubadak, setelah itu dibawa pulang Minggu 24 pagi, karena tidak mendapatkan perawatan dari dokter. Cuma sekali dokter memeriksa bapak, itupun waktu mau masuk puskesmas, namun selama 2 hari dirawat dokter tidak lagi ada bertanya maupun merawat nya”, ujar ketua IWO Pasaman yang akrab dipanggil Bung Gani ini.

“Setelah hari Minggu keluar dari Puskesmas kemudian bapak kami rencanakan akan dirujuk ke RSUD Lubuksikaping. Nah disini saya sempat adu mulut dengan Kepala Puskesmas tersebut, karna dokter itu mengatakan bapak saya tidak sakit, kalau mau di rujuk ke RSUD tidak bisa lewat UGD kalau pun bisa Bapak harus pura – pura sakit atau sakitnya diparah – parahkan kata dokter tersebut kepada saya, makanya saya marah – marah di puskesmas tersebut”, ujarnya.

“Nyatanya setelah sampai di IGD RSUD Lubuksikaping pihak dokter mendiaknosa bapak terkena penyakit jantung, dan harus di rawat Insentif di ruang HCU. Mujur orang tua selamat sampai di Rumah Sakit M. Jamil Padang, kalau sampai sekarang masih dirawat di Puskesmas Cubadak Allahualam bapak saya ini bisa selamat”, tambahnya.

Maka dari itu dia dan atas nama masyarakat Dua Koto miminta kepada Bupati Pasaman, agar segera mencopot jabatan kepala Puskesmas tersebut. Kalau tidak berarti bupati sudah ingkar janji kepada masyarakat Dua Koto untuk mensejahterakanya. “Kalau kesehatan saja terancam bagaimana mau sejahtera,” ujarnya dengan rasa kecewa.

Sementara saat Kepala Puskemas itu dihubungi melalui Hanphone seluler seolah – olah mengelak, mengatakan bahwa orang tua Sayid Af Gani tidak pernah dirawat disana dan tidak terjadi cekcok.

“Saya sedang bekerja sekarang, maaf ya”, katanya dengan mengakhiri pembincaraan.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Paham Pasaman, Boy Roy Indra dalam hal ini menegaskan, karena diduga kurangnya pengetahuan tentang penyakit jantung Kepala Puskemas Cubadak, Kecamatan Dua Koto salah dalam mendiagnosis penyakit. Diminta kepada kepala Dinas Kesehatan agar mengkaji ulang SK penempatan kepala puskesmas tersebut.

“Karena kalau kejadian ini terus berlanjut maka tidak tertutup kemungkinan akan berakibat fatal yakni meninggalnya pasien”, katanya.

“Untung saja pihak keluarga membawa pasien ke RSUD dan sekarang telah dirujuk ke rumah sakit padang karena diagnosis dari dr di RSUD ini adalah penyakit jantung,” sebutnya.

“Jika karena salah mendiagnosis berakibat maninggalnya pasien maka dapat dikualifikasi yang disebut malpraktek yang dapat dituntut secara hukum,” demikian ditegaskan ketua LBH Paham Pasaman, Kamis (28/9/2017).(Syd/M7)

2,128 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan