Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kemerdekaan Adalah Perjuangan

Kemerdekaan Adalah Perjuangan

OPINI- Hari Kamis 17 Agustus 2017 seluruh pelosok negeri sedang merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Suasana sangat terasa lebih lagi, di setiap institusi pendidikan baik formal maupun informal memang mempunyai kekompakan tersendiri.

Ada kebahagiaan tersendiri bagi setiap Anak Bangsa ini. Namun tentunya paling bisa merasakannya adalah mereka yang sambung sejarahnya dengan bagaimana kemerdekaan ini diraih.

Bahwa negeri ini dibebaskan dengan taruhan harta dan nyawa semua sudah mafhum. Namun ada kisah yang selalu “disembunyikan” cukup rapat oleh waktu dan mereka yang mungkin ada rasa hasad dan dengki, bahwa ribuan liter darah yang mengalir dan tertumpah adalah milik para pejuang saat itu. Tak terhitung berapa harta yang terkuras dari pundi para pejuang.

Tak terhitung berapa banyak yang melayang menghadap kepada sang pencipta dengan. Janda dan anak – anak tak terdata berapa jumlahnya kehilangan sosok tulang punggung keluarganya. Benar bahwa negeri ini tidak dibebaskan oleh para politikus atau pejabat yang tahunya hanya gaji dan gaji saja.

Negeri ini merdeka atas rahmat Allah yang Maha Kuasa dengan lantaran pengorbanan besar para pejuang di zaman itu. Ada titipan dari mereka yang harusnya diketahui dan dimengerti oleh generasi saat ini dan yang akan datang.

Ada pesan sederhana dan sangat dalam makna dari penghulu pejuang kemerdekaan negeri ini, meski pesan itu harus direlakan demi mengakomodir sedikit suara yang belum mendapat hidayahnyaa.

Para pejuang dan perumus kemerdekaan negeri ini tidak egois dan lebih merasa cukup dengan merdekanya negeri ini, dibandingkan harus berdebat dengan rangkaian kata. Hanya mereka tetap khawatir jika pesan mereka tidak sampai pada generasi berikutnya.

Apa pesan itu? pesan itu tak lain agar generasi sekarang bisa mewarisi semangat juang membela negeri ini melalui pemahaman agar melaksanakan nilai-nilai Pancasila bagi pemeluk seluruh agama di negeri berbagai suku, agama dan ras.

Bukan berarti pesan itu terhapus untuk bisa sampai pada generasi bangsa negeri ini.

Sebab inilah makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Merdeka dari penjajah yang memperkosa hak penduduk negeri ini. Merdeka dari penjajahan asing yang mencoba menghancurkan keaneka ragaman adat dan budaya. Merdeka secara lahir dan batin.

Maka nikmat kemerdekaan ini mari kita pergunakan sebagai evaluasi dan motivasi untuk semakin bersyukur kepada karunia Allah atas karunia keberagaman dan bersyukur kepada Allah atas karunia negeri yang ibarat serpihan surga ini.

Merdeka kan diri dan seluruh penduduk negeri ini dari segala bentuk penjajahan baik yang terang – terangan maupun sembunyi – sembunyi.

Darah yang tertumpah tak mungkin bisa kembali, kehormatan yang tercabik sangat sulit dijahit lagi. Saatnya generasi negeri ini mengerti bahwa perjuangan belumlah usai. Amanah kemerdekaan ini adalah agar negeri ini menjadi negeri yang diridhoi dan penuh keberkahan yang meliputi.

Sungguh tidak cukup hanya ritual upacara di seantero negeri, tapi perlu karya nyata membangun negeri dan berbuat lebih demi kesejahteraan dan kemakmuran negeri. Tentunya semua berlandaskan semangat iman dan harapan bahwa Allah tidak akan mencabut nikmat merdeka ini lagi.

Selamat hari kemerdekaan RI ke 72. Bersama mari membangun dan berkarya untuk negeri tercinta.

Penulis: Hasjaya Sekertaris IWO Sulbar

3,248 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

36 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan