Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kasus Mafia Proyek Makin Seru!!!

Kasus Mafia Proyek Makin Seru!!!
Ilustrasi. (Foto-Ist)

MAMUJU, MENIT7 – Kasus mafia proyek dengan modus mengimin-iminkan beberapa paket kepada  rekanan, untuk mendapatkan pekerjaan  proyek millaran , kasusnya akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hal ini diungkapkan Kasubdit III Reskrimum Jatanras Polda Sulbar, AKBP Andi Mappijaji, SH.Selasa (5/9/2017) kepada Menit7.com.

Menurut Andi Mappijaji, pihaknya saat ini tengah melengkapi berkas untuk  menyampaikan  Surat Perintah  di mulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan  Negeri  (Kejari) Mamuju. Dan  tidak segan-segan melakukan penahanan kepada  tersangkanya. Selain menahan tersangkanya, juga akan menyita sejumlah barang bukti, serta mengusut aliran dananya. Selain IRR kemungkinan  adanya pelaku lain yang bakal  tersangka juga.

Selain itu, pihaknya akan menyurat secara resmi ke pihak Bank, untuk data aliran dana dari rekening IRR  kemana saja uang itu mengalir, Karena dari rekening korban ada sejumlah ada ratusan juta masuk ke rekening IRR.

Adalah  AF warga Pare-Pare, Sulawesi Selatan,  menjadi korban penipuan oleh oknum  IRR . Ia dijanjikan untuk mendapatkan proyek millaran asalkan  menyetor uang tunai sebesar Rp750 juta. Tapi apa hendak dikata maksud hati ingin mendapatkan  proyek milliaran.

IRR menjanjikan AF  3  paket proyek di  Kabupaten Polman tahun 2017. untuk  menyakinkan korbannya,  IRR mempertemukan seseorang yang mengaku Sekertaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Sulawesi Barat, Andi Hilal di salah  satu tempat di Makassar.  Usai pertemuan itu, korban  menyerahkan  ATMnya  senilai ratusan juta kepada pelaku sebagai tanda jadi.

Namun setelah sekian lama menunggu AF mulai curiga, karena proyek yang dijanjikan tak kunjung ada, sementara uang  miliknya sudah diserahkan kepada  IRR.

Karena merasa tertipu oleh oknum IRR, korban AF melaporkan ke Polda Sulbar.

Saat dilakukan komfrontir dihadapan penyidik Polda Sulbar, pelaku mengakui semua perbuatannya, dan uang yang diterima dari habis dipakai untuk melakukan pengurusan proyek tersebut.

Dan didepan penyidik terungkap, bahwa orang yang dulu dipertemukan mengaku sebagai Sekertaris ULP Andi Hilal ternyata orang lain (Andi Hilal palsu-red)  yang dibawa pelaku  disuruh mengaku sebagai Andi Hilal. (M7 1)

2,218 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

45 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan