Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kasasi  Pemprov Sulbar dan Posal Mamuju di Tolak Mahkama Agung

Kasasi  Pemprov Sulbar dan Posal Mamuju di Tolak Mahkama Agung
Obyek Sengketa diatasnya terdapat Jalan Arteri dan Posal Mamuju( Foto: Ucheng)

Mamuju,Menit7.com- Kasus sengketa lahan perempangan seluas kurang lebih 7 Hektar di  Kelurahan  Rangas Mamuju-Sulbar, antara  Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat , Angkatan laut cs kasasinya ditolak Mahkama Agung Republik Indonesia ( MA), dengan memenangkan pengugat Andi Amir Dai Cs, sebagai pewaris dari  Raja Mamuju ( Mardika  Mamuju), Djalaluddin Amma Inda.

Dengan terbitnya Putusan Kasasi MA No.2737.K/Pdt/2017, berdasarkan  putusan  dalam rapat musyawarah  mejelis Hakim pada hari Rabu, tanggal 15  Nopember 2017, yang memenangkan pengugat Andi Amir Dai cs, dengan menguatkan putusan  pengadilan Tinggi Makassar. Dan menghukum tergugat membayar ganti  biaya perkara sebanyak Rp 500 ribu.

Selain   Pemprov dan Posal, ada 9  tergugat lainnya dalam perkara ini, termasuk kakak kandung pengugat, yakni H . Andi Maksum   Dai, Hj. Bau Supiat Rajab  masing-masing sebagai tergugat I dan  tergugat II dalam perkara tersebut.

Menurut Andi Amir Dai, dengan keluarnya putusan Kasasi dari  Mahkama Agung, maka perkara ini kami anggap telah selasai,   perkara ini bergulir di pengadilan, sejak tahun 2008, bahkan sampai 4 kali NO.  Dan berdasarkan putusan  tersebut, maka lokasi tersebut harus dikosongkan. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, pihaknya akan  memohon ke  Pengadilan untuk segera melakukan eksekusi.

Lanjut Andi Amir Dai, pihaknya masih menunggu,niat baik  dari tergugat dalam hal ini Pemerintah  Provinsi Sulawesi   Barat, untuk menyelesaikan  ganti rugi. Untuk  harga ganti rugi pihaknya akan melakukan negoisasi dengan Gubernur tentang harga yang disepakati “ masa sih  masih menggunakan harga lama, itu harga 10 tahun lalu, harus  menggunakan harga sekarang, “ kata Andi Amir  Dai.

Ketika  Menit7.com, menanyakan  kalau permintaan harga ditolak oleh pemerintah dan tetap  mengacu pada harga 10 tahun lalu, Andi  Amir Dai dengan tegas mengatakan, Kalau tidak ada kesepakatan harga, maka jalan keluarnya adalah meminta pengadilan untuk eksekusi pengosongan semua bangunan yang ada diatasnya, dan akan kami pagar, katanya.

Dari hasil pemantauan Menit7.com,  obyek sengketa tersebut, diatasnya termasuk jalan Arteri, dan Bangunan TNI Angkatan laut ( Posal)  Mamuju. ( Ucheng/menit7)

1,281 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan