Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kantor Lurah Karema Kondisinya Mirip Kos-kosan

Kantor Lurah Karema Kondisinya Mirip Kos-kosan
Inilah Potret kantor Lurah Karema

MAMUJU.MENIT7.Com- Kalau anda sedikit mau meluangkan waktu, untuk berkunjung ke kantor kelurahan Karema, di Jalan Abdul Syakur, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, maka mata anda akan disuguhi sebuah pemandangan yang sungguh menyayat hari.
Betapa tidak, sebuah kantor milik pemerintah yang fungsinya sebagai tempat pelayanan publik, kondisinya sudah memperihatinkan. Mirip kos-kosan yang tidak diurus pemiliknya.
Didepan kantor ini ada genangan air hujan  dan limbah rumah –rumah warga setempat. Pagarnya berwarna biru sudah mulai luntur lantaran  berlumut. Genangan  sedalam 50 cm tak ubahnya  kubangan kerbau, belum lagi pekarangannya tak pernah kering sepanjang tahun.Limbah  buangan rumah tangga semuanya bermuarah ditempat itu. Lorong di samping kantor menjadi pemandangan yang tak sedap dipandang mata, bak ubahnya dengan kali.

Kondisi ini memaksa warga yang datang mengurus sesuatu di kelurahan, mesti pandai pandai mencari celah agar tidak terpeleset dan jatuh. Ada beberapa lubang mengaga dapat membahayakan siapa saja yang datang ke tempat ini.
Apakah karena Lurahnya tidak peduli? Jawabnya, tidak. Bahkan sama sekali bukan karena ketidak pedulian Lurah Karema. Namun, lantaran sistem drainase  sangat buruk di wilayah itu. Air limbah  rumah tangga dipaksa mengendap ditempat ini, kondisinya lebih buruk lagi bila  musim hujan.

Menurut Husaini, Ketua  Umum Dewan Rakyat Anti Korupsi (Derak),  bahwa  semesetinya pengambil kebijakan sekali-kali melakukan blusukan ke tempat- tempat  tertentu, untuk mendukung program “Mamuju Mapaccing”.
Meniru aksi blusukan dilakukan didaerah lain bisa jadi contoh.

“Tidak apa-apa meniru gaya kepemimpin daerah lain demi pembangunan kearah yang lebih baik, Mamuju Mapaccing suatu program  bupati yang harus kita dukung, dengan daerah Mapaccing masyarakatnya juga  menjadi sehat, warga yang sehat , pembangunan berjalan lancar . Coba sesekali pak bupati turun gunung, gandeng Kadis PU-nya untuk melihat langsung kondisinya,” kelakar Husaini.

Sementara itu, Asjun Sovian Lurah Karema, hanya bisa tersenyum getir ketika menit7.com menyampaikan jika kantornya mirip kos-kosan tak terurus.
“Ya mau bikin apalagi pak kami tidak bisa berbuat apa-apa”, tutur Asjun pasrah, kepada menit7, Jumat (13/10).
Namun, pihaknya sudah berusaha untuk mengantisipasi agar kondisinya tidak lebih parah. Yakni dengan menaikkan jalan masuk pintu gerbang kantor. “Ini semua  lantaran tidak ada drainase”, sambung Asjun.

Asjun menuturkan jika sejumlah warga yang ada disekitar belakang kantor dan menjadi korban limbah rumah tangga tersebut marah dan mendatanginya. Mereka mau mengamuk, karena tidak menerima rumah mereka menjadi buangan akhir limbah rumah tangga, tapi Alhamdulillah masih bisa saya redam. (Alfian Thaip/m7)

 

3,450 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan