Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Kampung Jono Oge Sigi-Palu, Riwayatmu Kini

Kampung Jono Oge Sigi-Palu, Riwayatmu Kini

Peristiwa gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah,menyisakan duka mendalam. Warga kehilangan  harta benda, anak, isteri,suami serta  keluarga dekatnya.yang dicintainya. Hanya dalam hitungan detik, getaran gempa membuahkan tsunami dan  likuifaksi  di medio Jumat 28 September 2018 lalu.

Adalah  perkampungan Desa Jono Oge, Kecamatan Biromaru. Kabupaten Sigi, Sulteng, salah daerah yang terdampak  gempa likuifaksi. Perkampungan dulunya aman damai ini hilang, kemudian diganti dengan persawahan padi dan jagung. Tidak ada lagi  canda tawa didaerah itu, hanya tampak hamparan tanah  yang luas.

Warga  yang selamat, hanya bisa menatap dengan tatapan mata yang kosong melihat perkampungannya berubah jadi lahan sawah diatasnya ada tumbuhan padi dan perkebunan jagung, Tidak ada lagi yang di bisa selamatkan, semua rata dengan tanah, rumah tempat tinggalnya terkubur sedalam 10 meter.

Reruntuhan bangunan rumah warga, toko, kantor dan gereja ditemukan di areal persawahan Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, sehingga praktis puluhan hektar sawa yang baru ditanami padi juga ikut hancur.Kampung Jono Oge di telan bumi, “Jono Oge riwayatmu kini”.

Diperkirakan Desa Jono Oge yang berada diporos jalan Palu – Napu bergeser sekitar 1 hingg 3 kilo meter diatasnya hanya bisa  ditemukan puing-puing bangunan, serta gundukan tanah bekas lumpur yang mengering.Entak dimana sekarang kampung Jono Oge.Peristiwa ini  memunculkan  beberbagai pendapat, ada mengatakan ini adalah murka alam akibat perbuatan manusia, ada juga berpendapat inilah adalah cobaan dari Tuhan, ada juga bilang ini adalah peristiwa alam. Apapun itu, yang jelas kampung Jono Oge telah tiada.

Likuifaksi adalah mencairnya tanah  bagian bawah akibat getaran gempa bumi tektonik, kemudian berubah menjadi lumpur. Pendapat yang menyatakan likuifaksi terjadi hanya pada tanah granular didasarkan pada hasil observasi pada sebagian besar sejarah likuifaksi di dunia (lihat Youd & Perkins, 1978), meskipun ada juga temuan yang mengindikasikan bahwa likuifaksi juga memungkinkan terjadi pada tanah berbutir halus (lihat Seed dkk., 2003).

Suriadi – warga Langaleso salah satu saksi mata saat terjadi gempa dan likuifaksi, memperkirakan ribuan korban jiwa yang tertimbun lumpur, karena selain warga setempat, juga ratusan siswa dari Palu yang sementara melakukan kegiatan ekstrakurikuler di tiga gereja yang ada di Jono Oge ikut menjadi korban, yang sebagian besar mayat korban tidak berhasil dievakuasi hingga batas ahir evakuasi, karena kondisi medan yang berlumpur dan terasa lembek. Innalillah Rajium, semoga  semua mendapat tempat yang layak sisiNya.(palu-10/Ucheng)

 

 

1,821 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan