Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Jurnalis Bukan Pembawa Berita Hoax

Jurnalis Bukan Pembawa Berita Hoax

OPINI — Kasus dugaan pelecehan profesi jurnalis dilakukan pihak Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulbar, Dadal Angkoro memicu reaksi puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sulbar (AWAS) aksi tersebut membuat empat organisasi jurnalis diantara IJS,JOIN,IWO dan AJOI.

Selain jurnalis menulis memberitakan peristiwa di wilayah provinsi Sulbar, baik pembangunan, pendidikan, kriminal dan kontrol sosial untuk diketahui publik dan masyarakat pada umumnya.

Ternyata profesi jurnalis dianggap mulia, selain berdakwa melalui tulisan-tulisan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat. Ada-ada saja pihak oknum pejabat yang nota bene sebagai pimpinan malah menganggap jurnalis sebagai pembawa berita hoax. Padahal dalam menjalankan tugas jurnalistiknya wartawan dilindungi undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pokok Pers.

Disaat keadaan negeri yang kita cintai peran jurnalis untuk menangkal isu-isu pemberitaan hoax alias bohong yang dapat memecahkan persatuan antar masyarakat Indonesia yang dikenal beragam suku, bahasa dan budaya serta adat istiadat.

Menurut hemat kami sebagai penulis, sebagai pejabat publik seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Dadal Angkoro, dari latarbelakang pendidikan dan sebagai pejabat publik. Ilmu komunikasi dalam berbahasa perlu dipertanyakan?.

Jurnalis adalah penyeimbang, bukan pembawa berita hoax dan provokator yang ditudingkan kepala BI Sulbar. Sebagai jurnalis berita kami suguhkan bukan berita mengadu domba, berita kita suguhkan adalah fakta. Hasil dan pantauan media yang kita tempati berkarya, hasil wawancara narasumber sesuai kode etik jurnalistik sebagai dasar pertanggung jawaban antara penulis berita dengan tuhannya.

#Penulis Hasjaya: Pemimpin Redaksi Menit7.com

1,356 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan