Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Jumat Kramat “Kuburan” Bagi Para Pejabat

Jumat Kramat “Kuburan” Bagi Para Pejabat

MENIT7.Com-  Ada istilah “Jumat keramat” di antara wartawan yang biasa ngepos di KPK. Istilah tersebut merujuk pada banyaknya tersangka yang ditahan pada hari itu. Siapa sangka ada pejabat Kaltim yang jadi “korban”.

Nama-nama beken sempat jadi korban Jumat keramat. Di antaranya, mantan Menteri Agama Suryadarma Ali, bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom, politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh, sampai mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah?.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha membantah ada hari khusus yang dipilih pihaknya untuk menahan tersangka. Menurut dia, kewenangan penahanan sepenuhnya ada di tangan penyidik. Sementara itu, istilah Jumat keramat dimunculkan oleh media. “Enggak juga, banyak juga yang pada hari lain,” ucapnya kemarin.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, tidak ada ketetapan atau aturan di KPK yang menyatakan penahanan bagi pelaku korupsi dilakukan Jumat. “Kami tidak punya aturan bahwa Jumat ditetapkan untuk penahanan tersangka. Itu semata-mata memang berdasarkan penyidikan sehingga dilakukan penahanan. Kami bisa saja melakukan penahanan pada hari lain,” kata Febri. Meski KPK sudah menepis hal tersebut, Jumat keramat selalu jadi bayangan gelap bagi pelaku korupsi negeri ini.

Sementara itu, menanggapi fenomena tersebut, pengamat hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Sarosa Hamongpranoto menerangkan, hal tersebut hanyalah sebuah kebetulan.

“Enggak ada hubungannya dengan hari. Ada juga kok tersangka yang ditahan pada hari yang berbeda,” ujarnya.

Senada dengan Sarosa, pengamat hukum tata negara dari Universitas Tarumanegara, Jakarta, Refly Harun menduga penetapan para tersangka dilakukan saat akhir pekan lantaran untuk cepatnya proses hukum.

“Pasalnya, keesokan harinya sudah libur,” ujarnya.

Nama Jumat keramat yang disematkan pun pemberian dari media-media yang memberitakan. Dia menerangkan, mungkin saja hari-hari lain mendapat predikat keramat kala para tersangka diperiksa dan ditahan pada hari yang lain. Dia mengatakan, kalau media massa tak memberi gelar tersebut, tak akan ada istilah Jumat keramat.

(KP/fach/M7)

3,110 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan