Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Jambret Tumbang Dilibas Helm Sampai Bonyok

Jambret Tumbang Dilibas Helm Sampai Bonyok
Pelaku penjabretan.(Foto-SP)

SAMARINDA, MENIT7.Com – Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Peribahasa itulah yang tepat menggambarkan sepasang sahabat yang menjadi penjahat jalanan. Agus Wahyudi (21) dan Nur Rozzaq Hakiki alias Rozzaq. Kedua warga Jalan Ahmad Yani itu menjadi pelampiasan kemarahan di Jalan Kedondong, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (21/9) sekitar pukul 12.00 Wita kemarin.

Kedua pelaku beraksi di Jalan Pahlawan, beberapa kilometer dari lokasinya tertangkap massa. Agus dan Rozzaq menjambret seorang wanita bernama Nurhidayati (25) warga Jalan Pemuda III. Saat itu korban mengendarai sepeda motor dipepet pelaku yang menggunakan sepeda motor Scoopy KT3860 IU warna merah hitam. Pelaku bernama Rozzaq langsung merampas dompet korban. Sempat terjadi aksi tari-tarikan hingga akhirnya para pelaku berhasil merampas dompet korban.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut tak tinggal diam dan mengejar para pelaku yang kabur ke Jalan Kedondong. Lantaran panik, pelaku terjatuh dari sepeda motor dan berusaha kabur dengan berlari. Beruntung dua warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian langsung melumpuhkan pelaku dengan memukul menggunakan helm. Para pelakuu yang tidak berdaya langsung menjadi sasaran kemarahan warga. Agar masa tidak semakin beringas, petugas lalulintas sempat mengamankan pelaku ke Pos Lalulintas Simpang Lembuswana. Selang beberasa saat anggota Polsek Samarinda Ulu datang dan mengamankan kedua pelaku ke Mapolsek Samarinda Ulu. “Waktu itu saya lagi jalan sama ibu saya dan sepupu saya, tiba-tiba ada keributan, ada jambret katanya, saya liat pelaku lari langsung saya pukul pakai helm, pelaku satunya lagi juga dipukul sama sepupu saya,” ujar saksimata bernama M Saini.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu terungkap, para pelaku telah beraksi di lima tempat di Samarinda. Empat aksi sebelumnya berjalan mulus hingga akhirnya mereka tertangkap dalam aksi terakhir kemarin.

“Petugas masih terus bekerja menggali informasi dan melakukan pengembangan untuk mengetahui kemana saja barang barang hasil penjambretan yang mereka dapatkan selama ini,” tegas Kapolresta Samarinda Kombespol Reza Arif Dewanto melalui Kapolsek Samarinda Ulu AKP R Sigit.

Sigit mengimbau masyarakat khususnya perempuan untuk lebih waspada. Saat berkendara hindari membawa barang berharga seperti perhiasan yang mencolok. Memilih rute perjalan yang aman juga tidak kalah pentingnya, terlebih bila berkendara seorang diri.

“Masyarakat harus lebih waspada, jangan mengggunakan perhiasan yang dapat menarik perhatian para pelaku dan hindari pula jalanan yang sepi,” tutur R Sigit.

Agus saat menjalani pemeriksaan mengaku menjadikan pengendara sepeda motor perempuan sebagai sasaran utama. Alasannya lebih mudah dalam eksekusi karena sering meletakkan dompet ataupun ponsel pada dasbor motor. “Paling gampang itu-ibu biasanya dompetnya digantung atau ditaruh begitu saja di depan, tinggal kita pepet motornya dan tarik dompetnya langsung kabur,” aku Agus sembari menahan sakit usai dibonyok warga.

Pengakuan serupa juga datang dari rekan Agus, Rozzaq. Menurutnya saat beraksi mereka mencari sasaran yang berjalan pelan sehingga mudah dipepet. Untuk menarik dompet atau tas korban, dilakukan dengan sangat cepat sehingga dapat ataupun tidak mereka tetap akan kabur. “Kami enggak pernah tarik-tarikan sampe korbanya itu jatuh, pernah gagal karena dompetnya itu licin, saat ditarik dompetnya lepas,” kata Rozzaq. (SP/Red M7)

2,732 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

44 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan