Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

JAGOAN NIH…Oknum ASN Merangkap Kontraktor Ancam Badik Wartawan

JAGOAN NIH…Oknum ASN Merangkap Kontraktor Ancam Badik Wartawan

MAMASA, MENIT7 – Tindak kekerasan dan intimidasi serta pengancaman wartawan terus berlanjut. Pada Sertijab Polda Sulbar, Kamis 14 September 2017 lalu, saat wartawan ingin mengambil gambar Kapolda baru Brigjen Pol Baharuddin Djafar, wartawan dibentak dan diancam mau di tempeleng salah satu oknum polisi Polda Sulbar.

Kali ini terjadi lagi di Mamasa, dua orang wartawan dari Tabloid Media Teropong, Arifin dan Andul Hakim mendapat ancaman dari oknum kontraktor saat meliput dan investigasi proyek irigasi di Tabone, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar.

Kedua wartawan itu, melaporkan peristiwa menimpa dirinya ke Polsek Sumarorong lantatan dirinya mengaku, dihalangi dan intimidasi dari oknum kontraktor.

Menurutnya, saat pihaknya sedang menjalankan tugas jurnalistiknya terkait proyek, tiba-tiba ia didatangi seorang dikenal nama Bapak Randi mengaku pemilik lahan, kemudian keberatan atas kehadiran wartawan.

“Mereka datang membawa badik ditangan kirinya, sambil mengata-ngatai kami untuk meninggalkan lokasi proyek, saya sudah dijelaskan, hanya pencari berita atau wartawan dan datang menjalankan profesi sebagai amanat Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 namun tidak peduli,” ungkap Arifin, di Mamasa, Sabtu (16/9/2017)

Sementara Abdul Hakim menambahkan, pihaknya sangat keberatan tindakan oknum tersebut sehingga sangat diharapkan Polsek Sumarorong segera melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Katanya, dirinya sangat keberatan atas perlakuan itu apalagi disinyalir oknum kontraktor itu juga sebagai PNS disala satu dinas di Pemerintahan Daerah (Pemda) Mamasa.

Hal itu ditanggapi, Kapolsek Sumarorong, AKP. Lambertus menjelaskan. Laporan yang masuk segera ditindaklanjuti dan langsung ke tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memang informasi awal yang diperoleh laporan yang diadukan Arifin dan Hakim memang benar namun persoalan pengancaman dengan membawa badik masih akan ditelusuri.

Lanjutnya, menurut warga nama panggilan terlapor Boby alias Bapak Randi warga Kelurahan Tabone, Kecamatan Sumarorong diketahui bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dishub Mamasa.

“Kami akan segera menyelidiki masalah ini dan jika memenuhi unsur pidana akan ditingkatkan ke penyelidikan,” paparnya.

Saat mencoba melakukan konfirmasi ke pihak rekanan menurut Kapolsek Sumarorong, AKP.Lambertus , Boby sedang ke Kota Mamasa sehingga tidak berada di TKP. (Pan/M7 1)

1,652 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan