Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Hati-hati Media Online Dijadikan Ternak Politik

Hati-hati Media Online Dijadikan Ternak Politik

JAKARTA, MENIT7 – Penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) karena adanya produsen dan pasar. Dampaknya sangat merugikan masyarakat dan diminta wartawan IWO ikut melawan hoax dan hate speech.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan agar berkembangnya media online jangan sampai digunakan menjadi ternak politik oleh sekelompok orang untuk kepentingan pribadi atau kelompok dengan tujuan merugikan orang lain.

Staf Ahli Kominfo Hendra Subiyakto mengatakan, media sosial adalah milik masyarakat dan rentan akan digunakan oleh elit politik tertentu untuk dijadikan ternak dengan memberitakan hoax (berita bohong) dan hate speech (ujaran kebencian).

“Media itu untuk kepentingan masyarakat jadi jangan dijadikan ternak kepentingan politik dan sangat disayangkan kalau sampai menjadi ternak politik, “ujar Hendra, dalam Dialog Musyawarah Bersama Ikatan Wartawan Online (Mubes IWO) ke-I, dengan Tema “Membangun Peradaban Pada Dunia Online”, di Hotel Puri Mega, Percetakan, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017).

Menurut Hendra, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian karena adanya produsen dan pasar sehingga banyak kepentingan politik menggunakan pemberitaan media online yang disebar ke berbagai media sosial untuk kepentingan pribadi atau kelompok dengan cara membunuh karakter lawan politiknya.

“Dampak dari hoax dan hate speech sangat merugikan dan dapat memecah belah, karena itu wartawan media online yang tergabung dalam IWO harus ikut serta melawan berita merugikan itu,”tegas Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya itu.

Dia berharap, ke depan tidak banyak lagi orang memberitakan hoax dan hatespeech bila adanya kesadaran wartawan bahwa berita bohong dan ujaran kebencian sangat merugikan bagi masyarakat.

“Saya berharap kalau hoax muncul adanya kesadaran wartawan untuk bersama-saam menimpa berita hoax itu agar mati. Rata-rata yang memprosuden hoax pasarnya akan semakin sedikit, karena dikontrol oleh publik,”tandasnya.

Hadir dalam dialog Mubes IWO ke-I antara lain, mantan Direktur Antara Muhammad Sobary, Kepala Biro Multimedia Mabes Polri Brigjen Yanfitri, Ahli Cybercrime Gildas Deograt Lumy, Ketua Dewan Etik Sulsel Arqam Azikin, dan dimoderatori Ketua Umum IWO Jhodhi Yudono.

Terselenggaranya Mubes IWO I karena peran bantuan beberapa perusahaan yang mengapresiasi keberadaan IWO selama ini, sehingga IWO dapat digelar di Jakarta. Para sponsor ship yang terlibat dalam membantu Mubes IWO I yakni, Prima Indonesia, Indonesian Cloud, Master System, Data Comm, Vertanews.tv.

Mubes IWO I disiarkan secara live streaming melalui dan juga diakses melalui aplikasi android dan IOS, download aplikasi di google playstore. (CN/M7 1)

2,288 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan