Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Guru MAN Pasangkayu Demo, Siswa Terlantar

Guru MAN Pasangkayu Demo, Siswa Terlantar

MATRA, MENIT7.com- Aksi demo guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN)  Pasangkayu,  di Kecamatan Pedongga,  Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. membuat ratusan siswa – siswi disekolah tersebut terlantar, Rabu, 17/01/18)

Aksi demo para guru ini disebabkan ketidak puasan terhadap pengangkatan kepala sekolah Madrsah Aliyah Negeri Pasangkayu, yang di nilai cacat prosedur.

Para guru inipun melakukan aksi protes dihalaman sekolah dengan menggunakan pengeras suara saat Kepala Kemenag Mamuju Utara, berkunjung ke sekolah tersebut.

Aksi para guru inipun seolah mendapat dukungan dari para pelajar, sebab ratusan pelajar ini nekat memanjat jendela dan berteriak memberikan dukungan pada guru mereka yang tengah melakukan aksi demo.

Sempat terjadi ketegangan, saat para guru ini melakukan aksi protes tiba – tiba diminta berhenti berorasi oleh salah satu anggota polisi yang berpakaian preman. adu mulutpun tak terhindarkan, beruntung keduanya bisa menahan diri sehingga tak terlibat adu jotos.

Baharuddin, korlap aksi mengatakan, pengangkatan kepala sekolah  MAN  ini cacat prosedur, karena melenceng dari PMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Kepala Madrasah”.

“Pengangkatan Kepala Sekolah Madrsah Aliyah Negeri ini cacat prosedur, sebab di BAB 3 pasal 6 ayat 1 poin L bahwa yang diutamakan yang memiliki sertefikat. sementara yang dilantik saat ini tidak mempunyai sertifikat dan tidak lulus saat ujian calon, terang Baharuddin.

Sementara Mustafa Kepala Kemenag Matra. Membenarkan kalau kepala sekolah yang diangkat tersebut tak mempunyai sertifikat kepala madrasah”.

“Kepala sekolah yang diangkat tersebut memang tak mempunyai sertifikat Kepala Madrasah, namun dirinya pernah mengikuti asesmen kepala Madrasah sebagai penganti sertifikat, lebih lanjut ia mengatakan pengangkatan kepala Madrsah sudah melalui maperjakat. tegasnya Mutafa.

Mustafa juga menganggap, aksi demo yang dilakukan para guru ini hanyalah masalah biasa dalam membangun dan tak mempengaruhi proses belajar ditempat tersebut. (Joni/m7)

 

2,970 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan