Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Gubernur Kaltara Hadiri Rembuk Nasional 2017

Gubernur Kaltara Hadiri Rembuk Nasional 2017

JAKARTA, MENIT7.Com – Rembuk Nasional 2017 – 3 Tahun pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, bertempat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017) dihadiri beberapa kepala daerah. Gubernur Kaltara menjadi satu-satunya gubernur perwakilan Kalimantan yang diundang bersama Sumatera diwakili Gubernur Kepulauan Riau, Jawa diwakili oleh Gubernur Jabar.

Acara yang bertemakan Membangun untuk Kesejahteraan Rakyat” ini juga diundang beberapa rektor perguruan tinggi. Para Menteri Kabinet Kerja (Menko Polhukam, Seskab, Menteri PUPR, Mendagri, Menhub, Kastaf Kepresidenan, Menteri LHK).Kemudian Kapolri, Ka BPK RI, para pengusaha, para pakar, dosen, pimpinan BUMN dan pejabat eselon 1 di berbagai kementerian dan lembaga Negara.

Acara dihadiri langsung Presiden Joko Widodo diselenggarakan oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sehingga tampak hadir semua pimpinan anggota Wantimpres.

Selain menghadiri acara Rembuk Nasional, Gubernur Kaltara juga berkesempatan berbicang dengan Menkominfo Rudiantara dan Mendagri Tjahjo Kumolo, terkait upaya percepatan pembangunan di Kaltara.

“Sebelumnya saya juga berbincang dengan Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Bapak Prof. Dr Masjaya , juga bersama Gubernur Kepulauan Riau, Bapak Dr H Nurdin Basirun,” ujarnya.

Dalam sambutan Presiden Joko Widodo; ungkap gubernur, presiden menyampaikan bahwa rekomendasi hasil Rembuk Nasional 2017 dapat dijadikan “Nawacita Jilid II”. Presiden juga mengatakan, kita telah bersepakat, bahwa kita ingin menjadikan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara yang maju, untuk itu kita harus mau cepat berubah dan bergerak cepat.

“Disampaikan juga oleh Bapak Presiden, ke depan perguruan tinggi harus mampu bergerak dengan cepat mempelopori perubahan tersebut. Dalam 10 hingga 15 tahun yang akan datang akan terjadi perubahan dalam beberapa hal, seperti perubahan pola konsumsi, perubahan lanskap ekonomi, pola komunikasi sosial, serta lanskap politik,” pungkasnya.

Dikatakan, sebagai generasi Y, kita harus mampu mengantisipasi perubahan yang cepat tersebut. Sebab, siapa yang mampu memanfaatkan peluang perubahan tersebut, maka ia yang menang dalam persaingan dan sekaligus akan meningkatkan daya saingnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi telah menerima rumusan hasil Rembuk Nasional 2017 .

Dalam soal perkembangan ekonomi dan pembangunan,kata Irianto, presiden mengingatkan jika tahun depan (2018) merupakan tahun politik. Baik Pilkada serentak, atau persiapan menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

“Beberapa arahan Bapak Presiden ini, sangat relevan. Apalagi dengan kondisi Kalimantan Utara yang masih baru. Diperlukan kerja cepat dan tepat, untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain,”  tutur mantan Sekprov Kaltim ini. #Imam/Agustian/M7

3,468 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan