Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Guberbenur Sulteng: Pemimpin Harus Pahami Kondisi Lingkungan Kerja

Guberbenur Sulteng:  Pemimpin Harus Pahami Kondisi Lingkungan Kerja

PALU,MENIT7.com-Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djonggala, mengatakan menjadi pemimpin harus paham akan kondisi lingkungan kerja, serta kerjasama dan perhatian terhadap bawahan atau stafnya. Untuk mencapai tujuan dalam berorganisasi diperlukan kerjasama yang bak.

Hal itu dikatakan Longki Djonggala , saat melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di gedung Pogombo, Kamis (1//2/2018). Usai melantik ke-11 pejabat tinggi baru ini, Longki menyampaikan para pejabat baru ini senantiasa menjaga integritas, loyalitas dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab serta disiplin kerja.

“Menjadi pemimpin harus paham akan kondisi lingkungan kerja, kerjasama dan perhatian terhadap bawahan atau stafnya. Untuk mencapai tujuan dalam berorganisasi, diperlukan kerjasama sama yang baik, ketegasan terhadap disiplin stafnya dan selalu konsisten dengan prilaku untuk sebagai seorang pemimpin,” katanya.

Pejabat tinggi yang dilantik tersebut diantaranya, Hj Siti Norma Mardjanu menduduki jataban baru sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Politik. Jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP3A) Provinsi Sulteng. Untuk jataban kepala DP3A di isi oleh Ir Milenia Nur.

Drs Hibur dengan jabatan baru Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Mausia, Penembangan Kawasan dan Wilayah. H Ardiansyah SPD Msi dengna jataban baru Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan. Drs Muhklis MM dengan jataban baru sebagai Kepala Inspektorat Sulteng.

Selanjutnya Dr Ir Bachtiar Riueh menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sulteng, dr Reny Arniwati Lamadjido sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Drs Ridwan Mumu sebagai kepala Dinas Sosial Sulteng, Drs Muhammad Nadir Msi sebagai Kasat Satpol PP Sulteng. Tuti Zartiana SHG Msi sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulteng, dan terakhir Dr Fahrudin D Yambar sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulteng.

Longki menambahkan, setiap anggaran yang digunakan itu adalah berbasis kinerja. Sehingga dibutuhkan kerjsama dan kekompakan antara pimpinan dan bawahan, dengan banyaknya fenomena percekcokan antar pimpinan, disebabkan tidak adanya kerjasama yang baik antara pimpinan dan bawahan ,atau diawali dengan niat kerja yang tidak baik sehingga melahirkan kinerja yang buruk, dapat menjadi contoh bagi para pimpinan tinggi yang baru dilantik. Apalagi, jangan sampai penguasan anggaran menjadi tokoh penguasa sendiri. “Dalam konsep agama, bahwa kita semua adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap apa yang dimpimpinnya,” ujarnya. (Raf/adhi/m7)

2,732 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Comments are closed.

Dibagikan