Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

ESDM: Mobil Listrik akan Kurangi Polusi dan Impor BBM

ESDM: Mobil Listrik akan Kurangi Polusi dan Impor BBM

Dipicu oleh surat Menteri ESDM, Ignasius Jonan, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) Juni lalu, kini wacana pengembangan mobil listrik kembali menggaung. Jokowi telah mengeluarkan instruksi tertulis, yang isinya meminta pengembangan mobil listrik didukung penuh semua kementerian dan lembaga terkait.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, menyatakan mobil listrik akan membawa banyak manfaat. Impor bahan bakar minyak (BBM) bakal sangat berkurang kalau mobil-mobil konvensional diganti mobil listrik.

“Banyak sekali manfaatnya kalau kita memaksimumkan penggunaan mobil listrik di sini. Larinya adalah ke penghematan BBM. Kalau mobil listrik totally enggak pakai BBM,” kata Rida, dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Manfaat utama lainnya, tentu polusi udara berkurang karena mobil listrik tak menghasilkan asap karbon. “Poin kedua adalah konservasi. Ujung-ujungnya mungkin enggak perlu ngebor minyak lagi, juga ada penurunan emisi gas rumah kaca,” tukasnya.

Emisi gas rumah kaca akan makin rendah kalau pasokan listrik untuk mobil listrik juga dihasilkan dari energi non fosil. Kalau listriknya dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara, tentu masih banyak polusinya. Tapi kalau dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), lingkungan makin lestari.

“Akan makin indah kalau kita menggunakan end to end energi terbarukan, listrik untuk mobil listrik juga dari renewable energy. Misalnya listriknya dari PLTA, mobilnya pakai listrik,” papar Rida.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy N Sommeng, mengungkapkan berbagai negara seperti Prancis, Inggris, dan India sudah mulai mengganti mobil-mobil konvensional dengan mobil listrik. Indonesia juga harus memulainya. “Prancis 2020 sudah harus pakai mobil listrik, Inggris juga, India pun sudah mulai. Kita juga harus mulai,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman, mengatakan mobil listrik menciptakan pasar baru untuk PLN, konsumsi listrik pasti melonjak. PLN siap menyediakan pasokan listrik dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang dibutuhkan.

“Kalau kita lihat, salah satu cara untuk mendongkrak konsumsi listrik adalah melalui mobil listrik. Dalam berbagai pertemuan, cukup clear charging station jadi tanggung jawab kami di PLN. Kami harus mempersiapkan ke arah sana,” tutupnya.

Sumber : https://finance.detik.com

2,604 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tags:

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan