Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

DPN GEPENTA, Rapatkan Barisan Bahas Aksi Bela Negara

DPN GEPENTA, Rapatkan Barisan Bahas Aksi Bela Negara

MENIT7.com – Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (DPN GEPENTA) Kamis, 4 Januari 2018 mengadakan rapat pertama awal tahun 2018.Rapat di pimpin oleh Wasekjen DPN GEPENTA, Marudut Simanjuntak, SH.MH. Dihadiri oleh pengurus DPN GEPENTA antara lain Laksma (Pur) Johanes Judiono, Ketua Depart Intelijen, Brigjen Pol Pur Bontor Hutapea SH, MM, Ketua Depart Pemberantasan, Kombespol Pur John Nunuhitu, Ketua Depart Renbia, Crysanti Widya, Ir. Evie dan lainnya.

Rapat tersebut,  dibuka  Ketua Umum GEPENTA, Brigjenpol Pur DR. Parasian Simanungkalit,SH.MH, dalam sambutannya, Parasian membahas tentang tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Menurutnya, tahun politik berarti dalam tahun 2018 akan diadakan Pilkada di beberapa provinsi dan kabupaten dan Kota. Sedang 2019 akan diadakan Pemilu legislatif dan sekaligus pemilihan presiden periode 2019-2024.

Pada dua tahun itu rakyat akan terbagi dan terkelompok memilih yang dicalonkan Parpol peserta Pilkada dan peserta pemilu dan Pilpres,

Karena sekarang telah terlihat adanya indikasi pertikaian perpecahan dan saling mengejek di medsos, maka hal ini dapat berkelanjutan sampai pada hari H Pilkada serentak apabila hal itu terus menerus berlanjut maka dapat bermuara dan pemicu terjadinya tawuran dan anarkis,” kata Parasian.

Lebih jauh, Parasian memprediksi dengan analisa Pilkada yang lalu dapat terjadi anarkis dengan pembakaran gedung pemerintah dan dapat menimbulkan adanya korban teraniaya dan terbunuh.

Dengan informasi itu, maka dapat terakumulasi pengelompokan massa pendukung dan kontra sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya pertikaian antar anak bangsa,” pesannya.

Olehnya itu, dia berpesan apabila hal ini terjadi, akan terjadi saling menganiaya dan membunuh kemudian diprovokasi oleh orang tertentu. Maka dapat terpicu perkelahian massa dan dapat digunakan orang dan kelompok tertentu untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah aecara inkonstitusional.

Membaca analisa dan evaluasi itulah maka DPN GEPENTA membuat program umum lima  tahun kedepan  dengan program “Pertahankan NKRI dengan Perlawanan Rakyat Semesta”.

Dengan menilai geostrategik global, regional dan Nasional maka pertahankan NKRI dengan Perlawanan Rakyat Semesta,  sebagai upaya “Bela Negara” yang dilakukan semua komponen bangsa baik komponen utama TNI dan Polri maupun komponen pendukung seluruh rakyat Indonesia. Dipersiapkan dalam dua tahap masa yaitu:

1. Pada Masa Perang.

Pada masa perang ini untuk menghadapi:

A. Invasi militer asing. Apabila ada invasi militer asing maka seluruh bangsa Indonesia melakukan perlawanan dan memaksa tentara asing itu segera hengkang dari Indonesia.

B. Pemberontakan bersenjata dalam negeri.

Apabila ada pemberontakan maka seluruh komponen bangsa bersama sama mencegah dan menanghulangi serta memadamkannya.

2. Pada Masa Non Perang.

Pada masa ini tidak pada masa perang tetapi dalam tertib sipil namun dinyatakan perang terhadap pelaku pidana positip yang ada di Indonesia, yaitu.

A. Perang terhadap narkoba.

B. Perang terhadap tawuran dan anarkis.

C. Perang terhadap radikalisme dan terorisme.

D. Perang terhadap Makar dan yang mau mengganti Pemerintah secara inkonstitusional.

E. Perang terhadap korupsi.

F. Perang teehadap gangguan Kamtibmas intensitas tinggi.

G. Perang terhadap pungli.

Gangguan, hambatan, tantangan dan ancaman tersebut diatas harus dapat dicegah ditanggulangi dan ditindak oleh semua anak bangsa sebagai upaya bela negara.

Demikianlah disampaikan oleh Ketua Umum DPN GEPENTA. Diharapkan materi pertahankan NKRI dengan Perlawanan Rakyat Semesta ini dapat diseminarkan dan di Panel diakusikan disemua provinsi dan Kabupaten dan kota agar rakyat bangkit membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik pada masa perang maupun  pada masa non perang.

Pada rapat tersebut berturut- turut dilakukan paparan dari para Ketua Departemen antara lain,

Oleh Ketua Renbia, tentang program umum GEPENTA. Johanes Judiono tentang program Intelijen, Chrysanti Widya tentang program Penelitian dan Pengembangan, Evert Nunuhitu tentang Program Bela Negara, Brigjenpol Pur Bontor Hutapea tentang Program Pemberantasan Narkoba Tawuran dan Anarkis, serta Ujeng tentang program kampanye anti Narkoba Tawuran dan Anarkis dengan kegiatan kampanye dengan Motor dan Vespa.

Lukas Sahala Ketua Humas GEPENTA memaparkan, tentang memasyarakatkan GEPENTA dan menggepentakan masyarakat.

Diharapkan dengan program umum GEPENTA dan kegiatannya dapat menggerakkan rakyat setempat di seluruh Indonesia meningkatnya cinta kepada tanah air dan siap melakukan upaya Bela Negara  dalam mempertahankan NKRI dengan perlawanan rakyat Semesta.Jayalah Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.#Hms/GPT/M7.

2,998 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan