Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Dokter di Sulbar Mogok Layani Pasien, Tuntut Direktur Mundur

Dokter di Sulbar Mogok Layani Pasien, Tuntut Direktur Mundur

MAMUJU, MENIT7.Com – Komite Medik Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi Sulawesi Barat menyatakan tidak akan melayani pasien di karenakan beberapa alat prasarana tidak berfungsi.

Komite medik menyatakan tidak akan melayani pasien yakni,dokter gigi spesialis, dokter umum dan dokter gigi.

Dalam surat peryataan tersebut menyatakan, tidak akan melayani pasien hingga obat-obatan, bahkan bahan habis pakai (BHP) fasilitas penunjang (laboratorium, radiologi dan alat serta prasarana ruang operasi) sebelum alat kembali tersedia di RSU Regional.

Pelayanan yang dihentikan ini. Menurutnya adalah solusi terakhir, setelah melakukan berbagai usaha dan meminta kepada pihak managemen RS pengadaan obat dan BHP hingga menemui Pemerintah Provinsi Sulbar.

Pemberhentian pelayanan sementara akibat pelayanan yang dianggap tidak akan maksimal dan dapat membahayakan keselamatan nyawa pasien.

Selain melakukan mogok pelayanan, dokter spesialis juga mendesak direktur RSUD regional untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena di anggap gagal dalam mengelolah RS yang berdampak pada penurunan pelayanan kepada masyarakat.

Komite medik RSU Regional, dr.Phandi saat dikonfirmasi mengatakan, jika pelayanan terus di lanjutkan akan beresiko bagi pasien dan juga teman-teman dokter karena pengobatan punya SOP,jika tidak sesuai alur maka bisa kena malpraktek.

“Yang kami angkat tentang kondisi RS yang tidak standar, kami sudah Capek meminta dan tak perna tersedia. Dan ini beresiko bagi profesi teman- dokter, pengobatan punya SOP kalau tidak sesuai alur maka kami bisa kena malpraktek,” urai dr.Phandi di Mamuju, Jumat (6/10/2017)

Ia juga menyebutkan bahwa selain daripada resiko para dokter,juga beresiko bagi pasien.

“Selain beresiko bagi teman-teman dokter, ini juga beresiko untuk pasien karena obat BHP dan penunjangnya yang tidak optimal,” jelas komite medik RS regional.

Pernyataan ke tiga dokter spesialis tersebut bentuk kepedulian terhadap perbaikan RS agar sistem managerial di RSUD menjadi lebih baik.

Meskipun beberapa pelayanan di hentikan sementara, namun pelayanan IGD tetap akan di adakan tapi terlebih dahulu akan di alihkan ke rumah sakit lain.
(Sir/M71)

3,296 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan