Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Dinilai Mangkrak, ACC Desak Kejati Usut Pembangunan Pelabuhan di Matra

Dinilai Mangkrak, ACC Desak Kejati Usut Pembangunan Pelabuhan di Matra

PASANGKAYU, MENIT7.com  – Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar turun menyelidiki adanya dugaan korupsi dalam pembangunan pelabuhan di Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) dimana menelan anggaran sebesar Rp70 miliar.

Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan, anggaran yang digunakan dalam pembangunan pelabuhan Pasangkayu terbilang mewah. Namun hingga saat ini dikabarkan belum dapat difungsikan.

“Kejati harus segera turun menyelidiki kasus ini. Karena patut dicurigai, kok anggaran sudah habis malah belum difungsikan. Bahkan dikabarkan beberapa begian bangunan sudah ada yang rusak dan fasilitasnya juga raib seperti AC. Ini kan menyangkut keuangan negara ,” kata Kadir via pesan singkat, Sabtu (11/11/2017).

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin mengakui, pihak tidak dapat terlalu jauh mengomentari isi berita. Kecuali masalah yang ada fakta atau kegiatan yang ada kaitannya dengan temuan Kejati Sulselbar.

“Saya tidak bisa mengomentari materi berita, kecuali fakta temuan yang ada kaitannya dengan kegiatan Kejati,”singkatnya.

Pelabuhan yang dibangun sejak tahun 2012 silam dan telah menelan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp70 miliar tersebut, hingga saat ini dibiarkan terbengkalai. Bahkan masyarakat setempat pun menyebutnya mirip bangunan berhantu.

“Bangunannya dibiarkan terbengkalai begitu saja. Sudah dipenuhi rerumputan yang menjalar menutupi bangunan dan tampak beberapa bagian sudah rusak. Kalau dilihat bangunannya pasti sudah bersarang hantu ,”kata Joni salah seorang warga Pasangkayu, Matra, Jumat 10 November 2017.

Menurut Joni, Pelabuhan mewah tersebut diresmikan sejak tahun 2013 silam oleh Gubernur Sulawesi Barat yang saat itu dijabat oleh Anwar Adnan Saleh. Pasca diresmikan, pelabuhan yang dibangun dibagian ujung utara Provinsi Sulbar itu tak pernah digunakan dan terlihat seperti rumah hantu.

Selain bangunan yang tak berpenghuni dan tampak ditumbuhi pepohonan dan rumput panjang yang berada disekitar areal bangunan, sejumlah fasilitas bangunan juga kata Joni mulai rusak. Bahkan sambung dia, terlihat kaca bangunan berhamburan dilantai karena tak terurus.

“Fasilitas seperti AC dan kabel lampu penerangan yang menggunakan tenaga surya di tempat tersebut juga sudah hilang, padahal pelabuhan ini jaraknya dari kota Kabupaten Matra sangat dekat,”jelas Joni.

Selain mendapat sorotan masyarakat, Pelabuhan mewah Pasangkayu yang tepatnya terletak di DesaPangiang, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulbar itu juga mendapat sorotan dari Lembaga Ombudsman Sulbar.

Kepala Ombudsman Sulbar, Lukman Umar mengatakan keberadaan pelabuhan mewah Pasangkayu tak diketahui persis keberadaannya karena sejak awal tak ada papan informasi.

“Tak ada papan informasi. Jadi keberadaan pelabuhan ini tidak diketahui. Sarana dan prasana lainnya juga harus ada agar pelabuhan ini bisa diberdayakan, sehingga bisa menunjang perekonomian daerah ,” terang Lukman. #Fth/Kha/M71.

3,194 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan