Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Dilapor Warga, Bos Travel PT Shafamarwa Ditangkap Polisi

Dilapor Warga, Bos Travel PT Shafamarwa Ditangkap Polisi

BARRU,MENIT7.com — Pemilik travel PT Shafamarwah Mulia Utama, Dr H.Lukman Jamaluddin berhasil diamankan di sekitar Pasar Pekkae Kecamatan Tanete Rilau, Senin 12 Maret sore. Lukman tak berkutik saat diamankan dan langsung digelandang ke Mapolres Barru.

Kapolres Barru AKBP Burhaman menyatakan Direktur Travel PT Shafamarwah Mulia Utama, Dr H.Lukman Jamaluddin berhasil diamankan. Penangkapan berhasil dilakukan tidak sampai 24 jam, setelah kasus ini dilaporkan. Sementara yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan maraton.

” Lukman dilaporkan oleh salah seorang warga yang merasa tertipu oleh karena tidak jadi diberangkatkan menunaikan ibadah umroh. Pelapor itu atas nama Fatmawati. Diperkirakan ada sekitar 400 an jamaah yang menjadi korban penipuan dari pihak travel ini. Jamaah yang tidak diberangkatkan umroh tersebar di berbagai daerah seperti Barru, Pangkep, Gowa, Mamuju hingga Papua,” kata Burhaman.

Biaya perjalanan umroh yang dipungut travel ini dari pendaftanya berkisar antara Rp 15 hingga Rp 21,5 juta. Kalau ditaksir dari 400 jamaah, maka Lukman sebagai pimpinan perusahaan mengumpulkan dana jamaah sekitar Rp 7 miliar lebih. Tersangka akan dijerat pasal penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.”Saat ini kami buka Posko pengaduan, untuk memudahkan warga melaporkan masalah ini, ” terangnya.

Di hadapan petugas, Lukman mengakui perbuatannya, telah menelantarkan sekitar 400 calon jemaahnya. Sementara Ia sudah mengambil uang jemaah sebanyak Rp7 miliar lebih.

“Sebenarnya tahun ini ada sekitar 1000 lebih pendaftar jemaah umrah di PT Shafamarwa, 700 lebih sudah diberangkatkan dan 400 lebih sisanya gagal berangkat, karena kami sudah kehabisan uang,” jelas Lukman saat diinterogasi petugas di Mapolres Barru, Senin 12 Maret.

Lukman juga mengakui bahwa perusahaannya pernah mengalami kerugian cukup besar tiga kali pemberangkatan.

Kasus ini awalnya muncul setelah 40 calon jemaah umroh tidak dapat diberangkatkan padahal mereka sudah berada di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Berdatangan

Korban penipuan travel umroh, PT. Shafamarwah Mulia Utama milik DR. Lukman Jamaluddin mulai berdatangan di Mapolres Barru, Jalan Cakalang, Kabupaten Barru, Selasa 13 Maret.

Para korban saat ini sedang menjalani pemeriksaan dan diinterogasi oleh penyidik. Dihadapan petugas, salah satu korban calon jemaah umroh, Rostiah warga Kabupaten Pangkep mengaku merasa dibohongi oleh pihak travel lantaran gagal diberangkatkan.

“Saya dijanji tiga kali oleh pihak travel akan diberangkatkan, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” kata Fitri kepada wartawan.

Awalnya, lanjut Fitri, dirinya dijanji berangkat tanggal 8 bulan Februari, tapi batal, kemudian tanggal 24 Febuari batal lagi, lalu terakhir tanggal 10 bulan Maret batal juga.

“Sudah lama dijanji tapi tidak ada kejelasan, akhirnya kami lapor polisi. Mulanya saya mendaftar di travel tersebut pada bulan November 2017 dengan biaya Rp21,5 juta. Saat ini saya cuman minta uang dikembalikan,” jelasnya

Bersama dengan Rostiah, 16 orang warga Pangkep lainnya juga mengaku jadi korban dan ikut dimintai keterangan sebagai saksi pelapor.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Sultan Ikbal mengatakan, hingga saat ini sudah ada 18 korban calon jemaah yang melapor.

“Untuk sementara ada 17 orang warga Pangkep yang melapor ditambah satu orang warga Barru. Mereka sementara dimintai keterangan,” bebernya. #mad/m7.

1,538 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan