Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Difitna, Walikota Ngamuk Disdukcapil

Difitna, Walikota Ngamuk Disdukcapil
walikota Cirebon Saat Ngamuk di Disdukcapil

CIREBON, MENIT7.Com– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon dibikin heboh oleh pemberitaan sejumlah media massa nasional yang memuat pernyataan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh.

Zudan dalam pemberitaan itu mengaku sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan cara-cara penyamaran untuk mengetahui pelayanan pembuatan e-KTP di Kota Cirebon. Yang bikin berang adalah tuduhan bahwa Disdukcapil Kota Cirebon seolah tidak bisa mencetak e-KTP padahal blanko tersedia sebanyak 23.000 keping.

Sementara faktanya tidak seperti itu. Makanya, Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH turun langsung untuk mengecek kebenaran pernyataan Zudan seperti dilansir sejumlah media massa. Azis mendatangi kantor Disdukcapil pada Rabu (20/9).

Setelah mengklarifikasi pemberitaan yang bertebaran di media sosial itu kepada Kepala Disdukcapil, Sanusi SSos, ternyata diketahui bahwa apa yang disampaikan Dirjen Dukcapil Zudan adalah tidak benar. Orang nomor satu di Kota Cirebon itu tidak bisa menutupi kekesalan atas fitnah yang dilayangkan itu.

“Saya ke sini karena saya melihat ada pemberitaan di meda online, tentang sidak penyamaran dari Dirjen Dikcapil ke Kota Cirebon. Membuat saya penasaran untuk mengetahui kebenarannya. Ternyata, apa yang disampaikan dirjen itu tidak benar,” ungkap Azis, kepada sejumlah awak media.

Ia menyayangkan, pernyataan Dirjen Dukcapil yang seolah-olah Disdukcapil Kota Cirebon melakukan penimbunan atau menyembunyikan blanko e-KTP sebanyak 23.000. Azis memastikan, ketersediaan blanko e-KTP di Disdukcapil masih belum ada. Sehingga belum cetaknya e-KTP, bukan karena blankonya disembunyikan.

“Saya meminta kepada Disdukcapil untuk memberi klarifikasi secara tertulis yang dikirimkan ke Dirjen Dukcapil maupun klarifikasi ke media. Jangan sampai Kota Cirebon dianggap menimbun blanko e-KTP dan tidak melayani masyarakat,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Azis juga meminta kepada Dirjen Dukcapil untuk meralat dan meluruskan pernyataannya mengenai pelayanan e-KTP di Kota Cirebon. “Saya minta kepada dirjen untuk mau mengklarifikasi dan disampaikan juga klarifikasinya kepada media secara terbuka,” kata dia.

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas, bila perlu keras, kalau faktanya terjadi penimbunan atau blanko e-KTP disembunyikan dengan sengaja. “Kalau benar menimbun dan tidak memberikan pelayanan, saya pastikan akan tindak tegas. Tapi faktanya, tidak ada itu,” katanya.

Sementara itu, Kadisdukcapil Sanusi juga tidak bisa menutupi amarahnya, atas tudingan dari dirjen tersebut. Ia memastikan, apa yang disampaikan Dirjen Dukcapil adalah fitnah. Pasalnya, Disdukcapil Kota Cirebon terakhir kali menerima blanko e-KTP pada April 2017 sebanyak sekitar 6.000 keping.

“Kita baru terima 6.000 keping, tertanggal 7 April 2017. Kita yang paling sedikit di Jabar.‎ Dari Oktober 2016 belum dikirim, padahal kebutuhan pada saat itu sekitar 20.000 keping,” ungkap Sanusi, seraya menunjukkan tanda terima blanko e-KTP pada April itu. Sebanyak 6.000 keping blanko e-KTP itu juga peruntukannya bagi warga yang sudah perekaman atau Print Ready Record (PRR).

Makanya Sanusi terkejut ketika mengetahui ada pemberitaan yang memuat pernyataan Dirjen Dukcapil tersebut. Sanusi secara terbuka mengaku kesal, lantaran dirinya dituduh telah berlaku bohong. Padahal blanko e-KTP benar-benar tidak ada di Disdukcapil Kota Cirebon.

“Saya juga kaget tadi pagi (Rabu, red) ada berita katanya Kota Cirebon menyembunyikan (blanko e-KTP). Pak Dirjen asal ngomong. Kalau ngomong harusnya berdasarkan data. Saya kesal juga, karena saya dituduh sebagai pembohong,” tuturnya.

Saat ini, kebutuhan akan blanko e-KTP mencapai sekitar 28.000 keping. Pihaknya sudah mengusulkan ke Kemendagri pada 30 Agustus lalu untuk kedua kalinya. “Kita sudah usulkan dua kali, tapi belum datang juga sampai sekarang,” katanya. (rakyat cirebon/M7)

2,770 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan