Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Diduga Ada Mafia Bermain, Sejumlah Proyek di Sulbar Terancam Putus Kontrak

Diduga Ada Mafia Bermain, Sejumlah Proyek di Sulbar Terancam Putus Kontrak

Mamuju, Menit7.com- Ribut-ribut soal proyek di Provinsi Sulawesi Barat, bukanlah hal yang baru. Hampir setiap tahun kondisi ini menjadi perbincangan, dari diwarung kopi hingga kantor Pemerintah.  Mulai ribut soal tender ( lelang red). Bentrok fisik antara rekanan, hingga saling laporpun  tak  hindarkan lagi. Peristiwa ini terjadi diduga kuat adanya mafia proyek yang bermain di belakang layar.  Akibat peristiwa  ini berimbas pada pelaksanaan proyek di lapangan. proyek  tidak bisa berjalan dengan baik.

Kondisi ini  sepertinya sudah menjadi suguhan setiap tahun,di Provinsi  yang bermotto “ Malaqbi”.  Biasanya  puncat ribut-ribut   pada saat lelang proyek  berlangsung. Tidak hanya sampai ribut soal lelang proyek, tapi juga   saat proyek tersebut mulai starpun  masih  ribut-ribut lagi.

Sejumlah Proyek  tidak bisa berjalan dengan normal  pada star awal. Penyebabnya adalah  uang muka  yang  seharusnya digunakan untuk membiaya proyek tersebut,  diduga jatuh ke tangan mafia proyek. Kondisi  ini membuat sejumlah proyek terancama putus kontrak. Hingga saat ini   sejumlah proyek  yang ada di bawa pengawsan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PU-PR)  Provinsi Sulawesi Barat, tidak berjalan sesuai dengan  jadwal yang mereka buat  sebagaimana tertuang dalam kontraknya.

Kepala Dinas PU PR Provinsi Sulawesi Barat, Ir. H Nazaruddin MM,  saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu mengatakan,  memang  pihaknya sedang  memanggil sejumlah  rekanan , memberikan peringatan agar mereka  mengerjakan  proyeknya sesuai jadwal, dan bila tidak mereka tidak kerjakan sesuai dengan jadwal, maka pihaknya akan memutuskan kontraknya. “ Yang  jadi masalah  banyak rekanan hanya meminjam  Perusahaan orang lain, terpaksa memanggil  Direktur Utamanya perusahaan tersebut, untuk segera menyelesaikan  pekerjaanya, kalo tidak  kami putuskan kontraknya dan blak list perusahaan itu, “ tegas  Ir Nazaruddin.

Masih kata Nazaruddin, rekanan  banyak mengeluh  saat  diminta mengerjakan proyeknya sesuai jadwal, meraka rata-rata mengatakan, ke kurangan  modal, karena  uang mukanya diambil oleh orang lain katanya.  Namun saat ditanya siapa  orang yang mengambil uang muka tersebut, Nazaruddin menolak  menyebutkan namanya

Begitulah pula jumlah proyek yang bakal putus kontrak, Kadis PU, juga tidak bisa merinci, namun ia berjanji  dalam waktu tidak terlalu lagi ada yang di putuskan katanya.( Ucheng/menit7)

232 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan