Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Desa Mandiri Terancam Gagal, Ini Alasannya

Desa Mandiri Terancam Gagal, Ini Alasannya

JAWA TIMUR, MENI7.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, Jawa Timur, mengaku khawatir program pembangunan Gresik menuju Desa Mandiri, gagal. 

Kekhawatiran wakil rakyat tersebut muncul, seiring carut marutnya rekrutmen perangkat desa di daerah ini. Bisa dibayangkan, sejak kran rekrutmen calon buka, panitia pun praktis digoyang isu. Mulai dari dugaan nepotisme hingga dugaan praktek jual beli jabatan.

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib, salah satu wakil rakyat daerah ini yang mengaku khawatir. Bahkan pesimis program pembangunan menuju desa mandiri, bisa terwujud sesuai harapan. Alasannya, perangkat desa yang mestinya garda terdepan menyukseskan pembangunan di tingkat desa, justru dalam rekrutmen awal saja sudah diterpa berbagai masalah.

“Kalau dari awal masuk saja sebagai perangkat desa begini, bagaimana di dalam nanti menjalankan roda pemerintahannya,” ujar Nur Qolib.

Karena itu, wajar jika pihaknya menaruh rasa kekhawatiran desa mandiri ini tidak bisa terwujud hingga 2021.

Rekrutmen perangkat desa di Gresik, kini diterpa kabar praktek jual beli jabatan. Warga yang merasa dirugikan praktek ini, datang ke Polres Gresik dan melaporkan panitia penjaringan dan penyaringan perangkat desa (P3D). Warga yang mengaku korban, tidak hanya dari Desa Banter, Kecamatan Benjeng. Dari desa lain juga melapor ke polisi atas kasus serupa.

Menyikapi persoalan yang membelit P3D, Komisi I DPRD Gresik, Dinas Pemberdayaan Masyarakay Desa (DPMD) Gresik dan Asosiasi Kepala Desa Gresik, langsung bersikap. Ke tiga lembaga inipun mengadakan pertemuan untuk membicarakan kasus tersebut. Kesimpulannya menurut Sekretaris Komisi I, Abdul Khodir, rekrutmen ini dihentikan sementara hingga dua minggu ke depan.

Namun belum genap dua minggu, laporan dari warga terkait dugaan kecurangan rekrutmen ini kembali muncul. Kasusnya sama dugaan jual beli kursi perangkat desa.

Tim DPC Projo Kabupaten Gresik juga mengendus dugaan kecurangan ini. Karena itu, sebagaimana pesan singkat whatshap yang disampaikan ke menit7.com, Senin siang (15/1/2018) pihaknya akan turun langsung melakukan pengawasan rekrutmen perangkat desa di Desa Wonorejo, Kecamatan Balongpanggang yang akan dilaksanakan Selasa (16/1/2018).

Tim Projo Gresik mengaku turun langsung mengawasi pelaksanaan tes calon perangkat desa di Desa Winorejo ini, untuk mencegah kecurangan itu terulang.

 

Sementara itu, hingga berita ini ditulis Kepala DPMD Gresik dan Ketua AKD Gresik belum berhasil dikonfirmasi hal ini. Termasuk petugas pembuat soal tes yang akan diujikan P3D Desa Wonorejo ini. #Abdul M Latif

3,308 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

50 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan