Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Derak  Desak  KPK, Ambil Alih Kasus Korupsi UNG

Derak  Desak  KPK, Ambil Alih Kasus Korupsi UNG

Gorontalo, Menit7.com-  Kasus korupsi di Universitas Gorontalo, kini terus menjadi perhatian masyarakat  setempat. Kasus ini telah menyeret,  Dr Nawir Noho  Sune, M.Si  sebagai tersangka,,selaku pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) yang kini terpidana 4 tahun 6 bulan  penjara berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Gorontalo, dengan denda Rp. 200 juta, subsidair  3 bulan  penjara.

Derak dalam laporannya yang diterima menit7.com, menyebut, mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi menuntaskan kasus Korupsi  pada Universitas Negeri Gorontalo ( UNG), dimana dalam  amar putusan pengadilan Tipikor Gorontalo, telah disebutkan adanya pihak-pihak yng terkait dengan kasus tersebut.

Berdasarkan Surat Lsm Derak Ke KPK,yang dikutip dari amar putusan Pengadilan  Tipikor Gorontalo nomor: 8/Pid.sus-TPK/2017/PN GTO, tanggal 20 Oktober 2017, menyebutkan,  berdasarkan pertimbangan  terdapat hubungan erat antara perbuatan terdakwa selaku pejabat pembuat Komitmen (PPK) , dengan saksi Eduar Wolok,ST,MT, selaku pembantu Rektor II yang membidangi administrasi umum dan keuangan, saksi  Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, selaku Rektor Univesitas Gorontalo selaku Kuasa Pengguna Anggaran ( KPA) , Saksi Ir, Marta  Marlina  Sirait dari PT  KLV Instrumen dan Erna Dian Hasdiyanti selaku Direktur PT Anugra  Mitar Sena.

Bahwa berdasarkan Fakta-fakta persidagan tersebut, maka mejelis Hakim berpendapat ada pihak-pihak lain yang harus dimintai  pertanggungjawaban dalam kasus perkara aquo.

Berdasarkan  amar putusan Mejelis hakim tipikor Gorontalo diatas , demi keadilan maka selayaknya  kasus  tersebut dilanjutkan. Dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi mengambil alih kasus  Dugaan kasus Korupsi  UNG tersebut.

Kasus ini mulai mencuat setelah pemerintah  pusat   pada APBNP tahun  2010 lalu, mengelontorkan dana sebesar Rp 24.370.366.000, ( Dua  Puluh Empat Miliar tiga ratus tujh puluh juta tiga ratus enam puluh enam ribu rupiah) untuk proyek  pengadaan alat laboratorium.

Selain melayangkan surat ke KPK, LSM Derak, juga  akan menyurat ke  Presiden  Republk Indonesia, bapak  Ir.Jokowidodo, serta menyurati Menristek Dikti serta  Kepala Kejaksaan Agung RI di  Jakarta, jelas Ketua DPD Derak Gorontalo, Larisman Ishak, SH. (ucheng.menit7).

 

1,974 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan