Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Cagub Sulsel Harus Tegakkan Marwah “Getteng, Lempu dan Ada Tongeng”  

Cagub Sulsel Harus Tegakkan Marwah “Getteng, Lempu dan Ada Tongeng”  

MAKASSAR, MENIT7.com – Tahun ini ada empat pasangan calon (Paslon) Gubernur Sulawesi Selatan akan bertarung dalam kontestasi politik yang bernama Pilkada. Keempat paslon tersebut adalah, Nurdin Halid – Azis Qahar Muzakkar (NH-AQM), Agus Arifin Nu’mang – Tanribali Lamo (AAN-TBL), Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL- Cakka). 

Ini adalah momentum terbaik bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Menjatuhkan pilihannya kepada Paslon yang tepat. Untuk itu warga Sulsel hendaknya secara sungguh-sungguh meneliti, mengamati, dan mencermati Paslon yang akan dipilihnya.

“Bukan saja hanya terkait dengan tingkat pendidikan, pengalaman, kinerja maupun maupun besarnya jumlah dukungan parpol yang diperoleh,” kata Zainal Bintang, Anggota Dewan Pakar Golkar, Kamis (8/3/2018).

Menurut Zainal, dalam Pilkada ada yang lebih penting dan esensial, yaitu karakter dasar para Paslon. Karakter dasar orang Bugis-Makassar adalah berpegang teguh kepada filosofi  : “Getteng, Lempu dan Ada Tongeng”. Sikap tegas, kejujuran dan satu kata serta perbuatan.

Zainal mengatakan, tidak perlu menjabarkan satu persatu makna dari tiga rangkaian kata mutiara yang sangat mendalam dan memantulkan jati diri orang Bugis-Makassar ini. Terlebih bagi pemimpinnya.

“Karena sang pemimpinlah yang akan menjadi nakhoda yang membawa penumpang mengarungi samudera luas,” katanya.

Harus diingat, bahwa  daerah Sulawesi Selatan tentunya otomatis masyarakatnya mencatat sejarah emas sebagai wilayah basis masyarakat yang memiliki karateristik yang luhur dan berbudi pekerti tinggi. Daerah ini adalah gudangnya ulama (Panrita), bangsawan berjiwa nasionalis dan pejuang kemerdekaan yang pantang menyerah.

Dalam percaturan di gelanggang kepemimpinan nasional, tokoh- tokoh panutan Sulsel selalu ikut serta. Kita sebut saja beberapa nama nama sebagai contoh, seperti  Andi Pangerang Petta Rani, mantan Menhankam Pangab M. Jusuf, Prof. Baharuddin Lopa. Belum lagi menyebut sejumlah nama pahlawan kusuma bangsa yang gugur karena menegakkan “Siri na Pacce” orang Bugis Makassar. Jangan lupa monumen “Korban 40.000 Jiwa”,  sebagai simbol perjuangan tidak kenal mengenal menyerah rakyat Sulsel,  menentang penjajahan dengan gagah berani menghadapi teror Kapten Raymond Westerling,” katanya.

“Keharuman nama pejuang yang telah gugur harus senantiasa dijaga kehormatannya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa – jasa pahlawannya,” kata Zainal.

Oleh karena itu tugas utama Paslon yang akan memimpin Sulawesi Selatan ke depan, selain memajukan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,  namun tidak kurang pentingnya secara paralel, wajib hukumnya menegakkan pula marwah daripada jati diri orang Bugis Makassar. “Yang saya sebutkan. ‘Getteng, Lempu, dan Ada Tongeng’,” kata Zainal.#Makter/M7.

1,384 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan