Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Cabuli Anak Dibawah Umur, Remaja ini Diduga Konsumsi Narkoba

Cabuli Anak Dibawah Umur, Remaja ini Diduga Konsumsi Narkoba

Makassar, Menit7.com– Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Luwu Utara berhasil meringkus seorang pemuda yang diduga sebagai pelaku persetubuhan anak dibawah umur di Desa Bungadidi, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Rabu (27/11/19).

Kasat Reskrim Iptu H. Syamsul Rijal melalui Kanit Resmob Aipda Iksan mengatakan bahwa terduga pelaku berinisial FA bin AS (17) ditemukan oleh warga setempat sedang berada disekitar rumah, di Desa Bungadidi, Kecamatan Tanalili. Tidak diketahui maksud dan tujuannya datang dan telah berada didalam rumah korbannya, sehingga warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bone-bone.

Unit Resmob bersama Satres Narkoba yang dipimpin langsung oleh Kanit Resmob, Aipda Iksan langsung mendatangi tempat kejadian dan berhasil mengamankan tersangka FA (17). Diketahui FA merupakan warga Dusun Karondang, Desa Karondang, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara.

“Korbannya sebut saja Cece (15) yang juga berdomisili di kecamatan Tanalili, saat diperiksa oleh polisi ia mengakui dan membenarkan bahwa FA (17) telah melakukan persetubuhan atas dirinya,” ungkap Aipda Iksan.

Korban juga mengatakan bahwa pelaku sering diajak konsumsi narkoba oleh pelaku, “Sehingga kuat dugaan FA (17) setelah menjalankan aksinya dia juga diduga telah mengkomsumsi Narkoba Jenis Sabu,” kata Kanit Resmob, Rabu (27/11/19) diruang kerjanya.

Setelah menjalani pemeriksaan di Polsek Bone-bone, selanjutnya terduga pelaku persetubuhan anak dibawah umur langsung diamankan dan dibawah ke Polres Luwu Utara untuk proses lebih lanjut.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengatakan, sudah sepantasnya Indonesia ditetapkan sebagai negara darurat kejahatan seksual terhadap anak. Dasar pemikirannya, kasus terus menerus terjadi dan tingkat sebarannya pun sudah merata. Begitupun dengan predator atau pelakunya, bisa siapa saja.

“62 persen dari semua kasus pelanggaran terhadap anak itu adalah kejahatan seksual. Sebaran masalahnya bukanya hanya terjadi dilingkungan terdekat anak dan perkotaan, tapi sudah merambah hingga ke pelosok desa,” kata Arist Merdeka Sirait beberapa waktu lalu.

Dengan adanya status darurat ini, Pemerintah sudah seharusnya mengambil sikap tegas dan tindakan nyata untuk meminimalisir kasus. Salah satu caranya adalah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) mulai dari tingkat desa sampai kota, dengan melibatkan masyarakat.

“Tim reaksi cepat ini harus diisi oleh masyarakat yang memang mengenal wilayahnya langsung, bisa beranggotakan karang taruna, rukun tetangga, rukun warga, kader posyandu, dan lainnya. Dengan begitu, upaya pendeteksian dini tindak kekerasan seksual terhadap anak akan lebih mudah,” ujarnya.

Para korban yang mengalami kekerasan seksual seperti sebuah siklus, dimana ketika dewasa korban tersebut akan berubah menjadi pelaku kekerasan seksual karena faktor dendam. Dari semua kasus kekerasan seksual, persentasenya lebih dari 60 persen.

Korban pelecehan seksual sudah seharusnya direhabilitasi, minimal dilakukan selama satu tahun. Disamping rehabilitasi, juga perlu pendampingan psikolog, minimal hingga usianya mencapai 18 tahun.

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia (UI), Prof.Dr. Tb. Ronny Rahman Nitibaskara, pengakuan pelaku kekerasan seksual pernah menjadi korban kekerasan serupa hanya sebuah alasan.

“Jika baru dicabuli satu kali, pasti dia ketakutan dan merasakan sakit luar biasa. Makanya itu hanya alasan saja. Kecuali, jika sudah pernah berkali-kali kemungkinan besar dia ingin balas dendam,” paparnya.

Sedikitnya, terdapat tiga faktor tindak kekerasan seksual terhadap anak bisa terjadi. Pertama, pelaku menderita penyimpangan seksual (pedofilia), bahkan ada yang melakukan mutilasi. Kedua, pelaku penderita psikopat, sehingga sulit disembuhkan dan tidak akan pernah menyesali perbuatannya. Ketiga, pelaku sedang melakukan ritual ilmu hitam dengan syarat harus melakukan hubungan seks dengan anak di bawah umur.

3,466 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan