Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Bupati Sumbawa Barat Tetapkan KSB Sebagai Bumi Gotong Royong

Bupati Sumbawa Barat Tetapkan KSB Sebagai Bumi Gotong Royong

SUMBAWA BARAT, MENIT7- Munculnya gejolak sosial yang terjadi belakangan ini, merupakan dampak hilangnya rasa kebersamaan dan tidak saling menghargai satu sama lainnya. Untuk itu Bupati Sumbawa Barat Dr.Ir.H.W.Musyafirin,MM dihadapan tim verifikasi pada Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis pagi (14/9/2017) bertempat dilapangan bola Kalimantong menetapkan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) adalah Kabupaten “Bumi Gotong Royong”.

“Jika dilihat sekilas, gotong-royong tampaknya hanya terlihat seperti suatu hal yang mudah dan sederhana.Namun dibalik kesederhanaan tersebut, gotong royong menyimpan berbagai nilai yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat Sumbawa Barat, “ terang bupati.

Nilai-nilai positif dalam gotong royong, kata H Musyafirin, antara lain terciptanya kebersamaan, persatuan, rela berkorban, tolong menolong dan terciptanya silaturahmi yang baik antar masyarakat. Gotong royong merupakan bentuk saling membantu antar sesama manusia,oleh karena itu hal ini termasuk kedalam pengamalan pancasila sila ke 5 yang berbunyi sila ke 5 adalah “Keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia”.

“Maksudnya, keadlilan disini adalah bentuk tidak membeda-bedakan sesama,dalam gotong royong semua manusia bersama saling membantu dan memperkuat persatuan tanpa dibeda-bedakan dengan kata lain semua dilakukan dengan adil dan tidak ada istilah memilih dan dipilih karena semua hak manusia sama, “ urainya.

Diungkapkan bupati, gotong-royong di Kabupatn Sumbawa Barat, bukan sekedar kata. Namun budaya luhur bangsa ini, hidup dan dilaksanakan oleh rakyat Sumbawa Barat. Jika di daerah lain gotong royong masih dalam tatataran perbaikan mental. Namun di KSB sudah diaktualisasikan dalam mencapai tujuan.

“KSB ini jauh dari sorotan media nasional, tapi kita bersyukur Kementerian Dalam Negeri tahu akan gerakan gotong-royong kita. Bukan hanya di Desa Kalimantong tetapi di seluruh KSB, karena Kabupaten Sumbawa Barat adalah Bumi Gotong-Royong, Cuma memang Desa Kalimantong terdepan dalam hal ini,” katanya.

Menurutnya, lima gerakan “Revolusi Mental” yang berlandaskan pada nilai integritas, etos kerja dan gotong-royong yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada Desember 2016 lalu, sejalan dengan semangat pembangunan berbasis gotong-royong di KSB dengan landasan ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.

Landasan pembangunan di KSB ini pun, telah ditetapkan dua tahun yang lalu. Dimana kerja memenuhi hak dasar masyarakat Sumbawa Barat dikerjakan dengan gotong-royong.

Selanjutnya kata bupati, manfaat Dari gotong-royong bagi masyarakat adalah dapat mengembangkan atau menciptakan rasa kebersamaan antar masyarakat yang dilakukan secara sukarela, tanpa adanya jaminan berupa upah atau pembayaran dalam bentuk lainnya, sehingga gotong-royong ini tidak selamanya perlu dibentuk kepanitiaan secara resmi. Melainkan cukup adanya pemberitahuan pada masyarakat komunitas mengenai kegiatan dan waktu pelaksanaannya.

Hal ini, membawa KSB mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia pada Desember 2016 lalu, karena keseriusan pemerintah daerah yang menuangkan program pemberdayaan gotong-royong ke dalam Peraturan Daerah (Perda), yakni Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) dan satu-satunya di Indonesia.

Dijelaskan bupati, gotong-royong di KSB melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kejaksaan, TNI, Polri, agen PDPGR dan masyarakat. Sebagai motor atau penggerak gotong-royong di tengah masyarakat adalah agen PDPGR.

Agen PDPGR tersebar di setiap desa/keluarahan dan blok atau peliuk. Di bidang sosial agen mendata warga disabilitas, lansia untuk mendapat bantuan Rp250 ribu perbulan. Di bidang kesehatan, warga kurang mampu di data untuk mendapat BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah daerah.

“Disamping itu dengan ditetapkan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai “Bumi Gotong Royong “ diharapkan pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat dapat mewujudkan kekompakan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai macam ganguan dalam bentuk apapun, yang muaranya akan berguna untuk kepentingan bersama, gotong royong yang dilaksanakan seperti ini juga sangat baik untuk membangun rasa kebersamaan,“ jelas H Musyafirin.

Selanjutnya di bidang pembangunan, agen PDPGR mendata rumah yang kurang layak, termasuk yang tidak memiliki jamban, sehingga pada 2016 lalu, berhasil membedah rumah sebanyak 1.240 unit dan jambanisasi sebanyak 6.164 unit. Jambanisasi ini dilaksanakan kurang dari 100 hari kerja pertamanya dengan wakil bupati. ‘’Semoga dilaksanakan gotong’royong dan biaya lebih irit,” ujar bupati.

Uniknya lagi di KSB setiap malam Jumat melaksanakan evaluasi pembangunan dalam Forum Yasinan Pemerintah Kabupaten (FSPK). Dalam forum ini secara bergiliran 18 desa dan 48 blok peliuk agen PDPGR salin bertemu. Wadah ini juga sebagai keterbukaan pemerintah daerah dengan maayarakat. Alhasil, wadah ini telah menghilangkan parlemen jalanan. Sehingga KSB tercatat sebagai kabupaten di Provinsi NTB sebagai Kabupaten Zero Horizontal Conflict.

‘’Saya berharap, perangkat desa, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Kalimantong untuk mengikuti dengan semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh. Alhamdulillah Desa Kalimantong masuk lima besar Nasional dan Insya Allah menjadi juara satu,” imbuhnya.

Ketua Tim Verifikasi Lomba Desa Direktorat Bina Pemerintahan Desa Kementeriam Dalam Negeri, Drs. Ahmad Adli Harahap, M.Si dalam sambutannya mengatakan, Desa Kalimantong telah lolos seleksi administrasi yang ditetapkan panitia. Karenanya, Desa Kalimantong pun menjadi Top Five (Lima Besar) dari lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat tingkat Nasional ini.

‘’Kedatangan tim verifikasi lapangan ini untuk melihat secara nyata gerakan gotong royong dari aspek ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan agama di tengah masyarakat,” katanya.

Aspek tersebut diverifikasi sebagai indikator untuk melihat peran aktif seluruh masyarakat mulai dari liingkungan keluarga, RT, RW, dusun, desa dan seluruh pihak di Desa Kalimantong dalam pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelestarian dan dalam memajukan desa.

Lomba ini diharapkan mendorong desa menggali potensi desa menjalin kerjasama dengan mempertahankan kearifan lokal dalam memjukan desa dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan agama.

‘’Diharapkan jika menjadi juara, Desa Kalimantong bisa menjadi contoh dan teladan daerah lain di Indonesia. Tentunya pemerintah daerah terus membina secara berkelanjutan mendorong desa untuk terus menggerakkan gotong royong,” imbuhnya. (Edi Chandra)

3,198 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan