Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Bupati Mamuju: PKH Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Bupati Mamuju: PKH Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Bupati Mamuju Habsi Wahid saat memberikan Program Keluarga Harapan (PKH) (Foto-Hms)

MAMUJU, MENIT7 – Program Keluarga Harapan (PKH), salah satu program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) tujuannya untuk membantu anak dan keluarga, agar mendapatkan pendidikan yang bagus tingkat kesehatannya, juga baik sehingga dana yang diberikan oleh pemerintah digunakan untuk pendidikan dan kesehatan anak baik itu dari tingkat balita maupun dewasa.

Pernyataan dikatakan Bupati Mamuju H.Habsi Wahid saat memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Senin, 28 Agustus 2017, bertempat di halaman Kantor Bupati Mamuju.

Habsi Wahid juga mengatakan bahwa di Mamuju masih ada sekitar 6,70 persen masyarakat yang tergolong miskin, inilah yang perlu kita tuntaskan dan kita berikan perlindungan sosial sehingga tujuan dari PKH ini adalah memutus mata rantai dari kemiskinan, dari kemiskinan yang sekarang dengan kondisi serta  keinginan masyarakat tidak masuk lagi dalam keadaan miskin, itu tujuan.

Olehnya itu, Bupati Mamuju telah memberikan perhatian kepada masyarakat tergolong miskin, karena aturan dari PKH itu, adalah bantuan bagi masyarakat paling miskin, namun demikian justru dengan kondisi masyarakat miskin, agar tidak lagi menjadi masyarakat miskin.

“Kami berharap, apa yang sesungguhnya kita inginkan didalam menjalankan program keluarga harapan ini, Insha Allah masyarakat kita dari tahun ketahun terjadi satu perubahan sosial di tengah-tengah masyarakat,” kata Bupati Mamuju.

“Oleh karena itu pemerintah telah memberikan kita bantuan itu mengurangi beban  masyarakat, yang sesungguhnya menjadi utang setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun itu diberikan oleh pemerintah melalui PKH supaya kita tidak berdiri dengan beban hidup itu,” terangnya.

Selain itu, melalui Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Mamuju, Budianto Muin menyampaikan, bahwa hari ini telah hadir 350 perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kecamatan Mamuju, bantuan sosial akan diserahkan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Kepada Kabupaten Mamuju pada tahun 2017 sebesar Rp43.476.922.000 yang terdiri dari bantuan PHK non tunai tahap pertama sebesar Rp2.271.000.000 bagi 4.522 KPM tahap kedua sebesar Rp2.265.000.000 bagi 4.530 KPM yang tahap ketiga Rp2.263.500.000 bagi 4.527 KPM.

Selanjutnya bantuan Beras Sejahtera (Rastra) Rp11.189.512.000 bagi 8.158 keluarga, bantuan sosial disabilitas sebesar Rp114.000.000  bagi 38 jiwa dan bantuan sosial lanjut usia sebesar Rp102.000.000 bagi 51 jiwa.

Selepas itu, sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh kepala Pusat Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, Tati Nugraha S berharap peserta PKH juga mendapatkan Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kelompok usaha bersama (KUBE), Usaha Ekonomi Produktif, Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), maupun Program Subsidi Energi agar mereka cepat terentas dari kemiskinan.

Untuk itu, ia mengharapkan dukungan dan kerjasama pemerintah sdaerah dan mitra kerja lainnya, yang selama ini sudah terjalin dengan baik, dapat diteruskan dan ditingkatkan. Selain itu, dukungan dan layanan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) diharapkan dapat mempermudah KPM PKH mengakses layanan keuangan iklusif.(Hms/Lisa/M7)

2,896 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan