Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Buku Tabungan di Simpan Sekolah, Dana PIP Cair Tidak Sepengatahuan Siswa dan Walinya

Buku Tabungan di Simpan Sekolah, Dana PIP Cair Tidak Sepengatahuan Siswa dan Walinya

Gorontalo, Menit7.com – Sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, mempertanyakan pencairan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Pasalnya, menurut pengakuan orang tua siswa, bahwa beasiswa yang seharusnya sudah tersalurkan pada tahun 2018 dan 2019 tersebut sampai saat ini belum tersalurkan.

Fatmawati, salah satu orang tua siswa, kepada Menit7.com mengatakan, pada Kamis (6/2/2019) pagi sekitar pukul 8.30 Wita, Ia mengunjungi pihak sekolah untuk mempertanyakan beasiswa PIP milik anaknya atas nama Rivaldo Pakaya, yang merupakan siswa SDN 20 Tibawa. Saat itu dirinya bertemu langsung dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 20 Tibawa.

“Dia (Kepsek, red) bilang pa saya bagini, napa te Rivaldo punya buku tabungan (Simpanan Pelajar, red), bawa juga. Setelah saya cek, sudah 2 (dua) kali ta tarik (penarikan, red). Sedangkan saya belum pernah biar bo 1 (satu) kali ba terima ini. Pasti ada tanda tangan kalau orang tua siswa ba terima, harus ada tanda tangan,” ujar Fatmawati, Kamis (6/2/2020).

“Saya tanyakan sama Kepsek, kenapa sudah masuk saldo semenjak 2018, kenapa sampai sekarang saya belum ba terima ini? Cuma dia (Kepsek, red) bilang pa saya, bawa dulu ini buku tabungan baru kase pulang kamari ulang,” sambung Fatmawati.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepsek SDN 20 Tibawa, Musdari M. Nangili, tidak mau berkomentar banyak. Ia mengatakan bahwa dirinya akan bertanggung jawab.

“Tanggung jawab saya, tetap saya harus mo bayar. Kalau hari ini sudah dapat uang, Insya Allah besok saya bayar. Termasuk yang 2019,” kata Musdari.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Diknas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Rustam Jafar, saat dimintai tanggapannya terkait persoalan tersebut mengatakan, pihaknya akan segera mengundang Kepsek SDN 20 Tibawa untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

“Yang jelas langkah yang dilakukan pertama adalah pembinaan. Nah sekarang pembinaan itu sudah kita lakukan pertama, saat itu juga ada persoalan yang dikeluhkan oleh orang tua siswa. Sekarang ternyata, bahwa apa yang kita lakukan pertama itu (pembinaan, red) tidak menimbulkan efek jera dan ternyata muncul lagi hal yang lain,” jelas Rustam.

“Pembinaan itu pertama adalah bentuk lisan, yang kedua adalah tertulis, kemudian yang ketiga masih tertulis tapi harus menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Ketika sudah 3 (tiga) langkah itu dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah harus menonaktifkan yang bersangkutan,” pungkas Rustam. (RRK)

5,195 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan