Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Bos Investasi Bodong Belum Ditangkap, 13 Ribu Korbannya Meradang

Bos Investasi Bodong  Belum Ditangkap, 13 Ribu Korbannya Meradang

SURABAYA, MENIT7.com – Oknum yang diduga melakukan penipuan melalui investasi bodong, masih leluasa melenggang. Pihak kepolisian belum mengambil langkah cepat terkait kasus penipuan dan investasi bodong yang dilakukan bos F3 dan FFM, akibatnya 13 ribu orang korbannya meradang.

Dugaan investasi bodong ini, telah dilaporkan ke Direkrimsus Polda Jatim Desember 2017 lalu.

Tapi, pihak Polda Jatim, hingga saat ini masih belum menangkap bos F3 dan FFM.

Dugaan praktik investasi bodong ini, sudah dilaporkan ke Dikrekrimsus Polda Jatim Desember 2017 lalu.

Para korban penipuan dugaan investasi bodong, Fast Furious Forex (F3) dan Fast Furious Market ( FFM), menuntut pihak Direkrimsus Polda Jatim, segera menyelesaikan dan menangkap bos F3 dan FFM, Hery serta anggota sindikatnya. Sebab r korban penipuan dugaan investasi bodong ini mencapai 13.000 orang. Ini jumlah yang cukup fantastis. Nilai kerugian sebesar Rp 72 miliar. Korbannya, tersebar di wilayah Jawa Timur, seperti Surabaya, Malang, Kediri, Tulungagung, Blitar dan sejumlah daerah lainnya.

Korban dibeberapa daerah tersebut l telah melapor ke Unit II Udpal Subdit II Direkrimsus Polda Jatim, bahkan, telah dimintai keterangan dan menjalani pemeriksaan sejak 18 Desember 2017 dengan diwakili pelapor yakni Maya Suswati.

Laporan polisinya bernomor SP lidik/16/I/2018/Direkrimsus. Namun, hingga 4 bulan pada April 2018 ini, belum ada titik terang dan kejelasan terkait penanganan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan bos F3 dan FFM, Hery bersama sindikatnya tersebut.

Korban dugaan penipuan dan penggelapan F3 dan FFM itu mencapai 13.000 orang. Tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, DKI Jakarta, dan ratusan TKI di Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, serta di Arab Saudi, dengan total nilai investasi yang dibawa kabur mencapai Rp 72 miliar lebih.

Modusnya, F3 dan FFM menggalang dana investasi nasabah berkisar Rp 2 juta hingga Rp 500 juta. Nasabah dijanjikan mendapat pengembalian 30 persen bersama profitnya selama 12 bulan, ternyata hingga waktu yang dijanjikan, uang yang telah disetorkan ke rekening bos F3 dan FFM Heri Sujito Setiawan, dan dua istrinya, tak kunjung dicairkan hingga Oktober 2017 dan dan berakhir dibawa kabur.

Kantor F3 dan FFM di Cepu, Jawa Tengah, sudah kosong dan tidak ditempati, para korban penipuan dan penggelapan kemudian melapor ke Direkrimsus Polda Jatim. Ratusan korban lain juga akan melapor ke Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri.

Maya Suswati, salah satu perwakilan yang juga agen nasabah F3 dan FFM mengatakan, sudah menyerahkan semua bukti-bukti transfer juga lainnya ke penyidik Unit II Udpal Subdit II Direkrimsus Polda Jatim, tapi belum mendapat informasi perkembangan dan kejelasannya. Ia pun menjadi korban yang nilainya mencapai Rp 155 juta, ujarnya saat dihubungi via telepon seluler miliknya, Jumaat (20/4/2018).

Dia berharap, polisi segera menangkap bos F3 dan FFM, sehingga ada kejelasan terkait uang nasabah yang telah dibawa kabur. #haludin/Menit7

1,520 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan