Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

BNNP Sulbar Bekuk Residivis dan Bandar Narkoba

BNNP Sulbar Bekuk Residivis dan Bandar Narkoba

MAMUJU,MENIT7.com- Badan Narkotika Nasional Propvinsi (BNNP) Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil membekuk tujuh orang tersangka kasus penyalahgunaan Narkoba. Hal itu diungkapkan Kepala BNNP Sulbar, Brigjen. Pol. Dedi Sutarya lewat keterangan persnya, Selasa (14/11/2017).

Ketujuh tersangka diamankan pihak BNNP dengan modus dan tempat operasi yang berbeda-beda. Mereka diantaranya, KY (36) yang merupakan pengedar dan perantara peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Orang tersebut berasal dari Kecamatan Kabuloang, Kabupaten Mamuju. Tersangka diamankan petugas  Selasa tanggal 31 Oktober tahun 2017 lalu.

Selanjutnya, KI (33) melancarkan aksinya juga di wilayah Polman dengan berprofesi sebagai kurir. Tersangka KI diamankan petugas BNNP di Polman pada 5 November lalu.

Dari tangan KI, petugas menyita 2 sachet plastik berisi kristal bening yang diduga  berisi shabu, 1 lembar almunium foil warnah merah, 1 unit handphone, 1 unit handphone jenis android dan 1 unit sepeda motor.

Kemudian SY alias IP (38), beroperasinya  di wilayah Mamuju.  Tersangka SY,  berprofesi sebagai bandar atau penyedia barang. Dari tangannya,  petugas mengamabkan 1 buah pireks, 4 buah pipet, 2 buah karet, uang tunai sebesar Rp2.250.000, 1 buah dompet cokelat, 4 buah ATM dan 1 unit sepeda motor.

Menurut Dedi, tersangka SY alias IP merupakan residivis .  “Jadi SY ini residivis ya,” ungkapnya.

Tersangka lainnya, yakni RM (29) yang ditangkap pada 11 November lalu. Modus operandi sebagai kurir atau pengedar sabu.

Dari tangannya, petugas mengamankan 1 paket shabu, 1 buah handphone , 1 buah tas salempang dan 1 unit sepeda motor.  Tersangka RM melancarkan aksinya di wilayah Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng.

Selain pelaku baru,  petugas BNNP Sulbar juga mengamankan 3 orang tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). 3 DPO tersebut, yakni MT alias ACT (30) yang ditangkap di Kabupaten Polman serta AH (37) dan JM alias BB (41) , keduanya diamankan di wilayah Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Dedi menuturkan, 3 orang DPO tersebut lari dari rumah tahanan (rutan)BNNP Sulbar, Januari tahun 2017 lalu. Tertangkapnya seluruh tersangk, berdasarkan laporan masyarakat.# Harly/M7.

4,414 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan