Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Berlagak Preman, Perawat Tantang Duel Anggota DPRD

Berlagak Preman, Perawat Tantang Duel Anggota DPRD

MADURA, MENIT7.com – Insiden buruk kembali terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur. Seorang anggota dewan dikabarkan ribut dengan salah satu petugas di rumah sakit tersebut.
Penyebabnya tiada lain karena pelayanan yang ditunjukkan petugas rumah sakit pelat merah itu tak kunjung berubah, yakni kerap arogan dan tidak ramah terhadap pengunjung maupun keluarga pasien.

Tapi insiden kali ini benar-benar memalukan, sebab salah satu petugas rumah sakit milik Pemkab itu sampai menantang duel. Dan parahnya, yang ditantang adalah Indra Wahyudi yang tak lain anggota DPRD setempat.

Kejadian itu bermula saat Indra Wahyudi menjenguk pamannya yang sedang menjalani perawatan. Setelah bertemu pamannya yang dirawat di salah satu ruang inap, Indra hendak keluar, namun karena jam besuk sudah habis, pintu ruang inap dikunci.

“Nah, saat mau keluar pintu sudah terkunci, kemudian saya meminta kepada perawat yang bertugas agar dibuka pintunya, karena saya sudah selesai menjenguk paman. Akan tetapi perawat yang bertugas bilang kuncinya akan dicari,” kata politisi Partai Demokrat, Sabtu.

Indra Wahyudi yang awalnya tidak menunjukkan dirinya adalah anggota dewan, terus mendapatkan pelayanan yang tidak enak dari petugas RSUD Moh. Anwar.

Kemudian karena ada kegiatan kedewanan berupa Kunjungan Kerja (Kunker) ke Jakarta dan takut ketinggalan pesawat, akhirnya anggota Komisi III itu mengatakan jujur tentang dirinya kepada petugas.

Mendengar hal itu, petugas tersebut langsung berpura-pura cari kunci pintu ruang inap. Namun petugas lainnya malah menolak dengan menggebrak meja dan mengeluarkan kata-kata kasar.
Bahkan petugas tersebut juga menantang Indra Wahyudi duel, dan mengaku tidak takut meski anggota DPRD Sumenep.

“Walau sampeyan anggota dewan, saya tidak takut!” kata Indra menirukan ucapan petugas yang diketahui bernama Sugik.
Tidak terima dengan bahasa kasar tersebut, Indra juga terpancing dan suasana menjadi tegang, perang mulut antara keduanya pun tak terelakkan, bahkan keduanya nyaris adu jotos.

“Kok bisa seorang perawat berlagak seperti preman? Seharusnya, perawat itu memberikan pelayanan dan petunjuk yang baik bagi keluarga pasien. Tapi di RSUD Moh. Anwar Sumenep malah terbalik,” ucapnya Indra kesal.

Namun sayang, Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep, dr. Fitril Akbar belum bisa memberikan konfirmasi terkait dengan insiden memalukan tersebut, karena saat dihubungi wartawan telepon selulernya tidak aktif.

Begitu juga dengan petugas Pelayanan Pojok Informasi RSUD Moh. Anwar, Syafrul Fajri, dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak diangkat.#Rosy/Kum.

1,006 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan