Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Bantuan Untuk Sanari Mulai Mengalir dari Ormas, Pemkab Dimana? (3)

Bantuan Untuk Sanari Mulai Mengalir dari Ormas, Pemkab Dimana? (3)

Suara palu. Mesin ketam dan suara gesekan gergaji pemotong kayu sayup-sayup terdengar dari kejauhan, ketika Menit7.com kembali menyambangi rumah Sannari di Suli-suli, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Maros, Selasa, 27/01-2020 sekitar pukul 13.30 Wita.

Di atas area di mana rumah reot Sannari berdiri nampak sekelompok pemuda dan orangtua menyibukkan diri. Mereka bersemangat. Ada mengetam. Menggergaji. Memalu dan ada pula yang mengecat serta menggali lobang. Mereka bekerja di bawah terik matahari.

Rupanya, mereka adalah komunitas masyarakat yang masih punya mata hati. Punya telinga. Yang memiliki jiwa sosial. Yang peduli dengan sesama untuk mewujudkan harapan orang-orang miskin.

Mereka itu Pemuda Pancasila (PP), Palang Merah Indonesia (PMI), Kabupaten Maros bergotong-royong tampil ke depan memberi pertolongan. Nampak pula dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ikut membantu. Membangun kembali rumah Sannari yang dibongkar habis Sabtu, 25/01-2020.

Gubuk reok yang dihuni Sannari puluhan tahun sudah tidak nampak lagi. Yang ada hanya dinding tua. Kayu-kayu lapuk yang termakan usia bersandar di selah-selah pohon. Dan, saat ini PP dan PMI membedah rumah Sannari. Rangka rumah dan atap seng yang baru nampak berdiri kokoh.

“Kami bekerja dan membongkar rumah Sannari dari Sabtu, 25/01 lalu. Insya Allah. Mudah-mudahan seminggu ke depan lagi bisa selesai, ” ujar Suryadi Ningrat dari PMI wakil ketua Bidang Penanggulangan Bencana.

Menurut Adi, PMI dan PP selalu hadir ditengah-tengah warga yang ditimpa musibah dan butuh pertolongan. Kami bekerja tampa pamrih. Kasus yang dialami Sannari satu diantara sekian banyak warga miskin yang ada di Maros. Dan, Sannari salah seorang dari enam warga yang dibantu bedah rumah,” beber Adi.

Sejak viral di medsos bantuan terus mengalir. Sat. Sabhara Polres Maros, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kampung Suli-suli Bontoa, terketuk hati mereka dan memiliki jiwa sosial sehingga memberi bantuan berupa beras dan mie instan dan sejumlah uang. Menit7.com pun ikut memberi bantuan ala kadarnya.

” Kami harus membuka mata dan mata hati. Ternyata di Kabupaten Maros masih banyak warga miskin yang perlu mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah,” ujar Syamsul Bahri salah seorang jurnalis Berita Kota Online.

Adi menargetkan rumah Sannari rampung seminggu ke depan. Apabila ada kelebihan dari donasi akan dibuatkan gade-gade (warung) kecil. Ya. Mudah2an harapan kami bisa terwujud ” harap Adi. (*)

7,535 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan