Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Arogan, Polisi Todong Pistol Penjaga Warung Kopi

Arogan, Polisi Todong Pistol Penjaga Warung Kopi

JAWA TIMUR, MENIT7.com – Hanya gara diumpat, seorang oknum aparat keamanan mengeluarkan senjata api dan menodongkan ke arah kepala pendagang angkringan di Kota Kediri. Beruntung warga langsung melerai sehingga tidak sampai terjadi penembakan.

Nasib kurang beruntung ini dialami Muhammad Sholeh (18) warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota Kediri. Sehari hari dia bekerja di angkringan Gon Cangkruk di Jalan PK Bangsa, Kota Kediri. Pemuda yang akrab dengan sapaan “kipli” inilah yang menjadi korban penodongan senjata api.

Kipli bercerita, peristiwa menakutkan itu, terjadi di pinggir jalan depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banjaran 4 Kota Kediri, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, dirinya hendak buka lapak angkringan di depan Kantor Kompas TV Kediri.

Setelah memarkir sepeda motor Honda CB warna kuning dengan nomor polisi AG 6935 V, Kipli berniat mengambil rombong yang disimpan di belakang Kios Pizza Pentis, sebelah barat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri. Dia berjalan ke timur dari sisi sebelah selatan jalan satu arah itu (timur ke barat).

Kipli berjalan kaki sambil bermain handphone (HP). Tiba-tiba ada sebuah sepeda motor jenis Ninja berwarna hijau yang dikendarai dua orang laki-laki dan perempuan berboncengan dari arah timur ke barat dan nyaris menyerempetnya. Sontak pemuda bertubuh cungkring itupun langsung mengumpat.

“Saya lihat speda motor Ninja warna hijau itu hendak mendahului mobil jenis Avanza di depannya. Tetapi pengendara menyalip dari sebelah kiri dan hampir menyerempet saya. Spontan saya mengumpat dan dia langsung beteriak,” ujar Kipli, Minggu (21/1/2018).

Kipli tidak menyangka peristiwa itu berlanjut. Ternyata pengendara motor Ninja dengan ciri ciri ada stiker cutting gambar kartun di bodinya tersebut berhenti tepat di lokasi biasanya menggelar lapak angkringan. Lalu pengendara laki-laki turun dan menghampiri korban.

“Awakmu kok misuhi,” kata Kipli menirukan kata-kata pelaku yang terlihat emosi. “La sampean mepet,” imbuh Kipli menjawab pertanyaan pelaku. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan sebuah senjata api jenis pistol dari pinggangnya.

Pistol tersebut masih terbungkus sarung atau selontong. Tetapi pelaku berusaha memukul korban memakai senjata yang digenggamnya tersebut. “Pelaku mengayunkan pistolnya beberapa kali, tetapi saya berusaha menghindar. Saya bilang sepurane pak, sepurane pak,” imbuh korban meminta maaf kepada pelaku.

Pelaku justru menodongkan pistolnya ke pipi korban. “Kowe engko tak bedil,” imbuh korban, meniru ucapakan pelaku. Teman perempuan pelaku yang sebelumnya dibonceng berusaha menghalang-halangi. “Wis to pah ojo pah,” kata Kipli mengulang perkataan perempuan berhijab warna putih yang merangkul pelaku.

Pengendara Ninja warna merah lainnya yang berjalan didepan pelaku berhenti setelah mengetahui. Laki laki itu kemudian putar balik ke arah pelaku yang terlibat pertikaian dengan pedagang kopi. Dia berusaha melerai.

Andhimas Budi, reporter Kompas TV Kediri yang kebetulan berada di dalam kantor ikut melerai. Dia mengetahui peristiwa itu setelah mendengar ada teriakan keras di luar kantor yang mengganggu proses produksi berita. #Abdul M Latif/M7.

2,850 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan