Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Api Mengamuk, Relawan Pemadam Kebakaran Malah Adu Jotos

Api Mengamuk, Relawan Pemadam Kebakaran Malah Adu Jotos
Kebakaran di Jalan Suwandi Samarinda (Foto-Kis)

SAMARINDA, M7- Sejuknya Kota Tepian setelah diguyur hujan hanya berlangsung sesaat. Musibah kebakaran kembali memanaskan suasana. Saking panasnya, dua oknum pemadam sampai terlibat insiden.

Puluhan warga mengepung sebuah rumah di Jalan Suwandi I, Blok A, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, kemarin sore. Semula api hanya terlihat di bagian atap, namun dalam waktu singkat sudah merambat ke seluruh ruangan di lantai dua rumah.
Rumah itu berada di antara dua bangunan yang saling berhimpit. Tiupan angin membuat arah api tak bisa diprediksi. Warga berupaya memadamkan dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran datang.

Namun upaya itu sia-sia. Api terus membesar dan bangunan perlahan habis terbakar. Di tengah kepanikan warga, petugas pemadam satu persatu berdatangan. Dengan sigap mengarahkan moncong selang ke arah titik api yang berkobar di dalam rumah.
Beberapa rumah terdekat yang belum tersentuh api tak luput dari semprotan air petugas. Hal ini dilakukan agar bangunan lain tidak sampai terbakar.

Selang satu jam api berhasil dipadamkan petugas. Meskipun api sempat merambat ke bagian belakang rumah dan mengenai atap satu bangunan lainnya.

Dari informasi yang dihimpun, api berkobar di antara rumah permanen berlantai dua milik ketua RT 22, Yuni dan pemilik rumah Nadia yang berada di RT 23. Rumah keduanya saling berhimpitan dapur. Api berkobar di antara bangunan itu sekitar pukul 17.20 Wita.
Nadia, saat kejadian tengah duduk di ruang tamu. Dirinya justru kaget jika bagian belakang rumahnya terbakar dari salah satu warga yang melihat asap disusul api yang membubung tinggi.

“Saya kaget kok ada tetangga berteriak api, saat saya keluar bagian atap lantai dua sudah terbakar,” kata Nadia.
Di tengah kepanikan, Nadia dibantu warga segera mengeluarkan barang-barang miliknya yang bisa diselamatkan. Beruntung bangunan permanen dan cepatnya petugas pemadam kebakaran memadamkan api membuat api tidak sampai merambat ke lantai bawah bangunan.

Sementara itu Yuni yang baru tiga hari dilantik sebagai ketua RT 22 mengaku saat kebakaran terjadia dirinya berada di lantai satu bersama keluarga.

“Saya tidak tahu dari mana asal api, tahu-tahu sudah besar dan terus merambat ke bagian depan lantai dua rumah saya,” kata Yuni.

Staf Pengolah Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Heri Suhendra menjelaskan, akibat musibah kebakaran ini, 2 kepala keluarga yang dihuni 12 jiwa untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman. ”Dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik. Kami imbau kepada warga selalu waspada dan memperhatikan kondisi kabel listrik di dalam rumah, jika sudah tidak layak digunakan sebaiknya segera diganti,” tutur Heri.

Usai memadamkan api, insiden memalukan sempat terjadi. Dua satuan relawan yang baru saja memadamkan api dan bersiap kembali ke pos masing-masing, terlibat adu jotos. Penyebabnya lantaran salah paham.

Kedua satuan relawan ini berebut selang yang bersiap dibawa pulang. Saling ngotot dan tak mau mengalah membuat suasana semakin panas. Adu jotos pun terjadi.

Sejumlah relawan lain yang mencoba menenangkan suasana yang memanas dibuat kewalahan. Bahkan salah seorang relawan yang mencoba melerai perkelahian justru menjadi korban. Jari tangannya terluka akibat digigit salah satu relawan. “Hanya salah paham dan seharusnya ini tidak terjadi, karena sesama relawan kita tidak digaji dan ikhlas membantu korban,” tutur Imam salah seorang relawan.
Insiden baru mereda setelah salah satu satuan relawan yang bertikai meninggalkan lokasi kebakaran, diikuti relawan lainnya.

Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol R Sigit Wibowo ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, saat ini polisi masih menghimpun keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Kami fokus mencari keterangan saksi, untuk mencari tahu sumber maupun titik api pertama kali,” tutur Sigit.
Ditambahkan Sigit, polisi tak buru-buru menyimpulkan penyebab maupun asal api karena harus berdasarkan keterangan saksi maupun alat bukti. “Sementara saksi sekaligus korban masih syok. Setelah bisa diperiksa secepatnya akan kami ambil keterangannya,” pungkas Sigit. (kis/m7)

2,484 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan