Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Anggaran Dana Desa, Tingkatkan Ekonomi Rakyat atau Kepala Desanya?

Anggaran Dana Desa, Tingkatkan Ekonomi Rakyat atau Kepala Desanya?
Ilustrasi (Foto-Net)

MENIT7.COM – Kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Dana Desa bisa meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan. Sebab dengan pembangunan infrastruktur sektor ekonomi bisa bergerak. Tapi jika kadesnya “hijau mata” melihat duit ratusan juta, justru yang meningkat ekonominya Pak Kades. Soalnya di banyak kasus, Pak Kades suka erosi iman melihat dana melimpah dari pemerintah.

Sesuai dengan UU Desa, setiap desa bakal menerima dana desa setiap tahun, dengan jumlah berfariasi tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk. Dulu pernah disebutkan bahwa setiap desa akan menerima Rp750 juta hingga Rp1 miliar.

Tapi karena kemampuan Negara terbatas, panyalurannya baru sekitar ratusan juta saja, dengan diberikan secara bertahap. Tahap I bulan April sebesar 40 persen, tahap II pada bulan Agustus sebesar 40 persen dan tahap III pada bulan Oktober (sebelumnya November) sebesar 20 persen.

Kades warisan jaman Belanda, jarang yang nawaitunya membangun desa dan rakyatnya. Kebanyakan hanya untuk mencari kekayaan, memperluas sawahnya. Soal pembangunan desa, itu nomor sekian. Jalan hancur, saluaran air rusak, bodo amat. Yang penting warga ngurus KTP dan surat pindah dilayani dengan baik. Itu saja.

Lurah atau Kades mental demikian masih banyak, meski jaman Belanda sudah lama berlalu. Dengan adanya “duit enak” dari Negara yang mulai turun bulan ini, dikhawatirkan banyak Kades yang justru menggunakannnya untuk kepentingan pribadi.

Maka aturan dari pemerintah diperketat. Dana baru akan turun asal sudah punya proposal proyek secara jelas. Dengan cara demikian diharapkan dana desa bisa mensejahterakan rakyatnya, bukan sang Kades.

DPR pernah meramalkan, mulai 2015 bakal banyak Kades yang terjerat kasus. Bisa karena dia sengaja korupsi,bisa pula karena tak bisa bikin pembukuan. Akhirnya, karena pengeliuaran tidak jelas dia didakwa korupsi dan akhirnya masuk penjara. (redaksi M7)

2,444 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan