Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

AMM Unjuk Rasa, Terkait Kematian Mahasiswi asal Mamuju Misteri?

AMM Unjuk Rasa, Terkait Kematian Mahasiswi asal Mamuju Misteri?

MAMUJU, MENIT7.com — Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM) menggelar aksi unjuk rasa  di Pengadilan Negeri (PN) Kota Makassar, Jum’at, (6/4/2018), terkait kasus Rezky yang sampai saat ini belum ada kejelasan tentang proses persidangan sampai pada putusan, pasalnya kasus yang menimpa Rezky mahasiswi asal Mamuju sudah berlalu hampir 2 tahun.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa Handika Desta Putra mengatakan, pihaknya akan kembali menuntut kejelasan dari pihak pengadilan.

“Selanjutnya kami akan aksi lagi di Kejaksaan Negeri Sulsel sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kasus yang menimpa mahasiswi Rezky setahun yang lalu,” ucapnya.

“Saya heran kenapa proses persidangan selalu ditunda padahal kasus ini sudah hampir 2 tahun berlalu, saya berharap bahwa proses hukum harus ditegakkan seadil adilnya sebab kasus ini bukan kasus kecil,” kata Handika Desta Putra kepada Menit7.com melalui percakapan singkat via WhatsApp, Selasa (10/4/2018)

Dikutip dari aruspolitik.com pihak kepolisian pada hari Senin, 13 Juni 2016, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Pao, Kecamatan Tombolok Pao, Kabupaten Gowa, Sulsel. “Setelah itu kita agendakan gelar perkara sebagai langkah pendalaman kasus ini. Ya, mendekat ini kita segera lakukan,” kata Erwin

Resky dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat 3 hari di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, karena luka dalam setelah mengikuti Study Club Tanggap Bencana Medis (TBM) yang digelar UKM Kedokteran di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu, 4 Juni 2016 lalu.

Kematian mahasiswi UMI Makassar ini berawal pada Jumat, 3 Juni 2016, tepatnya pukul 20.00 WITA. Ketika itu, korban berangkat mengikuti Study Club TBM Fakultas Kedokteran UMI Makassar menuju tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Esoknya pada Sabtu, 4 Juni 2016, pelapor, dalam hal ini Asriadi, saudara sepupu korban mendapat informasi jika korban sudah berada di Rumah Sakit Faisal, Makassar dalam kondisi tak sadarkan diri.

Diduga, mahasiswi UMI Makassar itu sebelumnya mengalami penganiayaan karena pada tubuh korban, yakni pada lengan kanan dan kiri, serta kepala bagian belakang terdapat luka memar. Korban mengembuskan nafas terakhir pada Selasa, 7 Juni 2016, di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.#Ikram/Join.

1,522 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan