Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

AMM Berharap Pelaku Penganiayaan Mahasiswi asal Mamuju di Hukum Berat

AMM Berharap Pelaku Penganiayaan Mahasiswi asal Mamuju di Hukum Berat

MAMUJU, MENIT7.com — Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM) berharap kepada  majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar untuk vonis berat para terdakwa kasus dugaan penganiayaan Resky Evania Syamsul yang menyebabkan meninggalnya mahasiswi asal Mamuju, dari Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dua tahun lalu.

Hal itu diutarakan langsung Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Mamuju (AMM), Handika Desta Putra Kepada Wartawan Menit7.com Via WhatsApp, Sabtu 2 Juni 2018, sekira pukul 00.30 WITA.

Saya berharap agar majelis hakim dapat memvonis berat para terdakwa dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya almarhumah saudari kami yakni Rezky Evenia Syamsul,”  kata Handika.

Menurutnya, kondisi almarhumah pada saat setelah mengikuti pengkaderan TBM ditemukannya luka lebam, pada lengan kiri dan kanan, luka memar pada bagian kepala dan juga luka dalam sehingga korban mengalami kritis, tentunya itu sudah membuktikan bahwa ada unsur kesengajaan dan kekerasan fisik pada saat pengkaderan TBM sekira dua tahun silam.

Ia menambahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) hanya memberikan hukuman penjara 16 bulan lamanya dengan Pasal 359 tentang kelalaian, tentu ini tak masuk akal. Lanjut, kata Handika, kasus kematian bukan kasus pencurian, sudah seharusnya dikenakan juga Pasal 351 Ayat 3 dengan hukuman penjara 7 tahun.

“Kita lihat sesuai hasil olah TKP Diskrimsus Polda Sulsel tahun 201, menemukan beberapa fakta perbuatan yang melanggar hukum dan juga mengatongi hasil pemeriksaan medis dari dokter yang menangani almarhumah pada saat perawatan selama 3 hari sebelum meninggal dunia, maka dari itu bisa disimpulkan bahwa sudah pasti ada unsur penganiayaan di dalamnya,” jelasnya.

Untuk itu saya sangat berharap kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar agar memberikan hukuman penjara yang seberat-beratnya bukan hanya 1 tahun 4 bulan saja karena kita tahu juga para terdakwa ini selama kasus berjalan belum pernah ditahan, saya tak tahu apa sebabnya mengapa mereka tak ditahan tetapi intinya kami menginginkan Majelis Hakim untuk memberi keadilan kepada keluarga almarhumah saudari kami dan memperlihatkan kepada publik bahwasanya Hukum dinegara kita itu adil dan tak tumpul keatas tajam kebawah.

Lanjut dia menegaskan, dengan terjadinya kasus kematian mahasiswi asal Mamuju, menjadi catatan penting  bagi pihak kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) agar senantiasa mengawasi aktivitas mahasiswanya baik didalam maupun diluar kampus.#Ikram.

880 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan