Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

ALAMAK…Pupuk Bantuan Gernas Kakao Palsu?

ALAMAK…Pupuk Bantuan Gernas Kakao Palsu?

MAMUJU, MENIT7.Com – Program pemerintah pusat dalam Gerakan Nasional (Gernas) dalam bentuk pupuk bantuan untuk tanaman kakao, berupa pupuk diperuntuhkan untuk para petani dikeluhkan sejumlah masyarakat.

Ironisnya, pupuk dibagikan kepada para petani di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi barat diduga pupuk oplosan alias palsu.

Dari hasil Investigasi laman ini, ditemukan beberapa pupuk diduga kuat palsu yang beredar sejak 2015 hingga 2016.

Seperti halnya pupuk yang dibagikan di Dusun Batu Pannu, Desa Bambu, Kabupaten Mamuju.

Pupuk yang menggunakan Anggaran Pendapatam Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2015. Tidak menghasilkan dampak positif pada tanaman para petani, namun membuat tanaman menjadi mati.

Ketua BPD Desa Bambu, Muhammad Sadar, saat melihat laman ini sedang memeriksa pupuk yang di duga pupuk oplosan menjelaskan.

“Ini pupuk bantuan dari Gernas sejak tahun 2015, dan kita sudah setengah mati bawa ke kebun, lain lagi kita sewakan ojek untuk mengangkutnya. Tapi pas kita gunakan tanaman bukanya malah segar malahan tanamannya mati,” ungkapnya,Rabu (27/9)

Berbicara perekonomian masyarakat Sulbar, dimana sering dikatakan bahwa masyarakat sudah meningkat sekian persen perekonomiannya, namun ketua BPD sekaligus Iman Desa Bambu ini menilai sebaliknya.

“Apanya yang meningkat, justru kenyataannya malah semakin merosok, apalagi dengan adanya pupuk-pupuk seperti ini, saya katakan bahwa seandainya Sulbar ini tidak ada bangunannya mungkin sudah dianggap mati masyarakatnya,” kritik Sadar.

Dia juga berharap agar pemerintah memperhatikan petani, dan mengerti seperti apa yang dibutuhkan petani kakao khususnya.

“Kalau betul-betul pemerintah mau membina petani dan mengerti bahwa petani ini butuh kesejahteraan sesuai standar pertanian, maka bantuan yang diberikan harus tepat dan sesuai yang diharapkan karna menurut penilaian saya semua petani yang mendapat bantuan pupuk yang diberikan oleh pemerintah tidak sesuai kebutuhannya,” harapnya.

Sementara salah satu warga, masih menyimpan pupuk tersebut, tidak ingin namanya dipublis mengatakan, jika sudah banyak bantuan-bantuan pemerintah seperti ini yang tidak bisa digunakan.

“Dari dulu itu banyak sekali bantuan pupuk seperti ini dan mungkin masih ada dikolom-kolom rumah warga, bantuan pertama tapi malah datang lagi yang beginian,” resahnya.

Mantan Kepala Desa (Kades) Uhaimate, Amiruddin, saat hendak melintas didaerah tersebut juga memberi tanggapan. Menurutnya, selama ini pupuk bantuan dari Gernas Kakao tidak ada manfaat positifnya bagi tanaman petani.

“Bantuan Gernas selama ini khususnya pupuk tidak ada manfaatnya sama sekali,” jelas Amiruddin. (Sir/ed M7)

3,302 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan