Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Alam Memberikan Apa Kita Perbuat

Alam Memberikan Apa Kita Perbuat

Penulis: Hasjaya (Pemimpin Redaksi Menit7.com)

OPINI — Pasca banjir melanda Mamuju, menjadi bahan renungan buat kita semua. Sebagian kita beramsumsi saling mencari “kambing hitam” siapa yang salah? baik penataan kota, reklamasi pantai, pembangunan arteri serta debit air tak mampu lagi melewati drenaise dan Sungai Karama menjadi asumsi sebagian pengamat yang kami simak di status media sosial.

Hal itu bisa juga benar, jika asumsi mereka yang menurutny benar. Belum lagi pembangunan perumahan fokus hanya membangun rumah. Tapi tak pernah memikirkan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) seperti penanaman pohon.

Saya pernah membaca buku dan film “The Secret” mengatakan, apa yang kita berikan kepada alam ini, semua akan kembali kepada manusianya. Contoh kecil, disaat kita tersenyum di depan cermin, secara otomatis gambaran kita didalam cermin pasti tersenyum. Tidak mungkin ketawa atau cemberut.

Dari makna kita bercermin, bisa kita mengutip bencana alam baik banjir semua karena akibat ulah kita sebagai manusia, dimana sudah tidak bersahabat dengan alam dan lingkungan sekitar kita, penebangan hutan, membuang sampah disembarang tempat, serta kurangnya kesadaran menanam pohon semua dapat meresap air disaat hujan datang.

Ucapan kita tiap hari, mayoritas yang mengeluarkan kata-kata menghujat, memaki dan mencerca, semua akan bedampak kepada akumulasi pikiran dan hati kita, menarik alam dan lingkungan sekitar kita. Bukan kah didalam tubuh manusia mayoritas kandungan air. Seperti disadur dalam buku “The True Power of Water”  Hikmah Air Dalam Olahjiwa (HADO) karangan Masaru Emato.

Air adalah nikmat dari karunia Allah yang luar biasa bagi umat manusia. Dengan mengutip Al-Quran, tersebut pernyataan Allah ,”Dan Kami Ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” ( QS al-anbiya (21): 30).

Air menjadi sumber kehidupan paling penting. Hakikatnya lembut, namun kekuatan yang dikandungnya luar biasa.Air yang diam disebuah telaga bisa menghanyutkan. Air menyatukan berbagai bahan bangunan dari unsur keras sehingga membentuk dinding kokoh. Air laut bisa merubah menjadi tsunami dahsyat yang mampu meluluhlantakka sebuah kota, air juga menjadi faktor kunci kehidupan makhluk lain, seperti hewan dan tumbuhan. Semoga bermanfaat.(***)

1,574 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

3 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan