Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Air Sungai Meluap, Rumah Warga Terendam Banjir

Air Sungai Meluap, Rumah Warga Terendam Banjir
Sungai Saleppa Majene meluap. (Foto-Ali)

MAJENE, MENIT7.Com  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Majene selama tiga jam, membuat air sungai di Lingkungan Saleppa,  Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae meluap, menyebabkan sejumlah rumah warga yang bermukim dipinggir sungai
terendam banjir setinggi 30 centi meter.

Banjir datang diduga akibat sungai tidak dapat menampung debit air, lantaran sungai dipenuhi sampah bambu yang  hanyut menutupi aliran sungai, menyebabkan air meluap dan merendam pemukiman warga.

Meski tidak ada rumah warga yang rusak, namun barang-barang seisi rumah warga seperti barang elektronik, kasur,  kursi dan peralatan rumahtangga terendam air akibat banjir yang baru menyusut sekitarpukul 12.00 WITA.

Aswajim (40), salah seorang warga mengaku kaget saat terjadi banjir. Pasalnya, saat itu ia bersama keluarganya  sedang istirahat di dalam rumahnya, namun tiba-tiba, terdengar ada warga yang berteriak memberi tahu bahwa terjadi banjir.

“Saya pikir ada apa, pas dilihat keluar, tetangga saya semuanya lagi sibuk untuk menyelamatkan barang- barangnya, dan air saat itu ternyata sudah mulai masuk kepelataran rumah saya,” ujar Aswajim, saat ditemui di rumahnya, Minggu (08/10) dinihari.

Dia mengaku masih cukup khawatir jika hujan kembali turun. Sebab, sampah-sampah bambu yang tersangkut dibawah  jembatan masih menutupi aliran air,”Saya masih khawatir akan banjir, soalnya sampah-sampah bambu masih menutupi aliran air,” ujarnya.

Amran warga setempat mengaku, banjir menggenangi rumah warga bukan yang pertama kali dialami warga yang  bermukim dipinggir Sungai Saleppa.

”Kejadian ini sudah sering terjadi, akibat jembatan yang terlalu rendah sehingga sampah yang hanyut tidak bisa  mengalir karena tertahan tiang penyangga jembatan, akhirnya sampah-sampah tersangkut, saya khawatir kalau  persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, pemukiman warga setiap saat terancam banjir,”kata Amran.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sudah  melakukan pembersihan sampah disepanjang sungai, utamanya sampah di bawah jembatan dengan menggunakan alat berat excavator.

“Sampah yang hanyut itu kemungkinan berasal dari sampah proyek pembangunan talud sungai di Lingkungan Copala  yang dibuang ke sungai, sehingga pada saat hujan deras turun bambu-bambu itu hanyut sampai ke jembatan, yang  kedua kontruksi jembatan juga pemicu banjir, sebab jembatan yang dibangun pihak Balai sangat rendah, sehingga  ketika ada sampah yang hanyut banyak yang tersangkut, ini semua yang menjadi
pemicu,”kata Jazuli, Kadis BLHK Majene, Minggu (8/10) pagi. (Ali/M7).

3,258 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan